Buka Lapangan Kerja! BLT Tidak Menolong Masyarakat
Sejumlah mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengumpulkan koran bekas di Kampus UPI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/4). Uang hasil penjualan koran bekas ini rencananya akan dipergunakan untuk membeli buku dan peralatan tulis yang akan dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu atau miskin.
Video
Kamis, 8 Mei 2008 | 15:47 WIB

JAKARTA,KAMIS - Penasehat Menteri Negara PPN/Kepala BAPPENAS Sri Edi Swasono menilai kebijakan pemerintah untuk memberikan BLT menyusul kebijakan menaikkan BBM medio tahun ini tidak tepat karena justru akan memupuk mental konsumtif. "BLT tidak menolong orang miskin di Indonesia dari dulu. Orang-orang Indonesia mikirnya hanya makan, tapi nggak mau produksi. Kita saksikan tiap hari budaya konsumtif dan membuat rakyat miskin yang tak berdaya beli menjadi frustasi," ujar Sri Edi dalam Forum Perspektif INSIDe tentang kondisi Indonesia di ambang frustasi ekonomi politik, di Jakarta, Kamis (8/5).

Menurut Sri Edi, yang diperlukan saat ini adalah pembukaan lapangan kerja sebesar-besarnya untuk masyarakat dan semua lapisan gegap gempita mengusahakannya strategi pembangunaan yang logis untuk saat ini. "Strategi pembangunan nasional yang tepat tidak hanya memproduksi kebutuhan pokok untuk rakyat,tapi juga kebutuhan pokok masyarakat itu sendiri harus diproduksi oleh kita," tambahnya.

Sri Edi juga menambahkan teori dan penerapan The Invisible Hand selama 30 tahun sudah tidak bisa dipertahankan, justru yang terjadi adalah ketimpangan ekonomi yang kemudian berubah menjadi polarisasi kekuatan ekonomi dan berakibat pada polarisasi sosial. "Polarisasi sosial adalah jika orang kaya sudah mulai jijik bertetangga dengan orang miskin dan mulai bikin lingkungan rumahnya sendiri ada rumah mewah, sekolah mewah dan sebagainya. Dan ini sudah terjadi," tandas Sri Edi.

Sri Edi juga berulang kali menegaskan bahwa masyarakat tidak akan bertambah kaya dengan dipakaikan baju atau diberikan BLT tapi justru akan bertambah miskin.


LIN
A A A
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
nawawi @ Senin, 19 Mei 2008 | 10:38 WIB
Nah itu ...baru pemikiran yang sangat bagus..... BLT yang hanya RP. 100.000 tidak akan bermanfaat untuk rakyat miskin. tapi kalau pemerintah memberikan dana untuk membuka lapangan kerja itu sangat membantu rakyat miskiiiiiiin.....saya dukung banget apa yang bapak Sri Edi katakan , Koarkan terus bpk Edi... supaya pemerintah melek....
mo @ Senin, 12 Mei 2008 | 14:55 WIB
Menurut pemerintah jelas BLT lebih baik, karena BLT lebih mudah diselewengkan ketimbang membuka lapangan usaha secara besar2an. Padahal dengan membuka lapangan pekerjaan akan membuat masyarakat kita menjadi mandiri dan dapat memperbesar penghasilan mereka secara terus menerus. Kalau BLT ya disitu-situ tok. Tidak berkembang.
hudash @ Senin, 12 Mei 2008 | 14:15 WIB
Setuju banget dah .!!!!..... sama Bapak Sri Edi. Tetapi kenapa justeru cara BLT ini yang diberikan dari BAPPENAS kepada Presiden ???!!!!. Apakah nasehat Bapak kepada BAPPENAS nggak didengerin ????!!!!!.
roy @ Jumat, 9 Mei 2008 | 09:18 WIB
kalo menurut saya BLT itu OK, asal jangan berhenti disitu. pemanfaatanya harus dibina, jadi masyarakat bisa produktif
dz @ Kamis, 8 Mei 2008 | 16:19 WIB
kata peribahasa... " jangan beri ikan, tapi berilah kailnya". masalahnya apa yg mau dipancing kalau ikannya gak ada ? dengan masuknya uang tunai akan membuat roda perekonomian di daerah miskin akan berputar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Advertorial
Kompas Mobile17
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort