Keterlaluan! Data BLT Out Of Date Digunakan
Seorang pekerja mengangkut satu zak beras di Kuala Lumpur, Jumat (18/4). Pemerintah Malaysia sedang menyusun strategi untuk mencegah kelangkaan pangan di negerinya.
Video
Kamis, 8 Mei 2008 | 15:23 WIB

JAKARTA, KAMIS - Menyusul rencana pemerintah untuk menurunkan Bantuan Langsung Tunai sebagai kebijakan penyerta dengan menaikkan harga BBM, pemakaian data rakyat miskin tahun 2005-2006 dianggap sebagai tindakan yang keterlaluan. Ini dikemukakan Hendri Saparini dari Lembaga Riset Ekonomi Econit Advisory. Menurut dia, data tersebut sudah out of date dan tidak memerhatikan realita masyarakat yang sesungguhnya. Apalagi dengan pernyataan Menkeu yang mengatakan akan memakai data tersebut karena dalam waktu yang sangat singkat tidak mungkin memperbarui data tersebut.

"Sangat-sangat tidak empati ya, selisih satu persen saja saya pikir itu semuanya orang ya. Nah kalau perhitungan tidak tepat, nanti BLT tidak akan tepat sasaran," ujar Hendri dalam Forum Perspektif INSIDe tentang kondisi Indonesia di ambang frustasi ekonomi politik di Jakarta, Kamis (8/5).

Melihat kondisi yang serba bergejolak, Hendri mengatakan, dalam tiga tahun belakangan ini jumlah orang miskin baru meningkat, terutama karena kenaikan BBM sekitar 120 persen pada tahun 2005 dan kenaikan harga pangan pada tahun lalu. Hendri juga mengaku tidak percaya bahwa pemerintah sangat tega menentukan kebijakan tanpa persiapan yang matang.

"Pemerintah bisanya hanya merencanakan BLT. Malah katanya, kalau ada BLT Rp 100.000 per bulan dengan asumsi pendapatan masyarakat miskin Rp 1 juta, masyarakat hanya terkena inflasi Rp 55.000dan bisa saving Rp 45.000," tambah Hendri.

Kalkulasi ini, menurut Hendri, sangat membahayakan sehingga tidak baik untuk membuat kebijakan. Hendri juga khawatir, di mata masyarakat kebijakan BLT yang akan diturunkan pada bulan Mei 2008 ini seolah-olah menguntungkan karena perolehan ini hampir bersamaan dengan waktu panen para petani mulai Juni 2008. "Ya ini masa kaya-kayanya petani kalau begitu. Inilah nanti yang dilihat oleh petani dan pemerintah," tandas Hendri.


LIN
A A A
Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
koruptor @ Sabtu, 24 Mei 2008 | 13:24 WIB
wah....kesempatan gue nich! dapet duit banyak...wakakakak....gimana nggak?? kl orang nya yg di data dah "koit" tp datanya masih ada??? trus juga kl org nya dah pindah entah barantah..datanya masih ada??? kan mubasir kalo di buang...mending gue yang tampung...ha.ha.ha HARI GINI NOLAK UANG???? NGGAK LAH YAU....! BYE....gue mo plesir dulu keliling dunia...hasil dr dana BLT tak bertuan...mo titip oleh-oleh????
die @ Jumat, 9 Mei 2008 | 10:07 WIB
solusi boss..solusi..jgn ngoceh mulu kagak ngasi solusi..
Junet @ Jumat, 9 Mei 2008 | 07:38 WIB
Kadang saya heran pd. pemerintah kok dengan dalih rakyat miskin penyaluran BLT. Apa2an mendingan tidak naik BMM mereka bisa merasakan mau kemana2 juga tenang tidak naik, sekarang dengan duit 100 ribu satu bulan cukup apa bung sementara yang di atas enak. mikir atuh euy?...
fadil @ Kamis, 8 Mei 2008 | 18:41 WIB
Gileeee benerrrrrrrrrrr!!.... wong pemimpin dah nggk punya mata hati gitu, gimana nggk gampang bikin susah rakyat. data lama dipakai..keliatan pemimpin kita malas bekerja..makanya cara gampang cari duit ya naikin bbm, naikin pajak... mbok ya kreatif gitu lho...
fadil @ Kamis, 8 Mei 2008 | 18:41 WIB
Gileeee benerrrrrrrrrrr!!.... wong pemimpin dah nggk punya mata hati gitu, gimana nggk gampang bikin susah rakyat. data lama dipakai..keliatan pemimpin kita malas bekerja..makanya cara gampang cari duit ya naikin bbm, naikin pajak... mbok ya kreatif gitu lho...
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Advertorial
Kompas Mobile17
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort