BPK Tidak Akan Audit BLT Secara Khusus
Antrean warga pemegang kartu kompensasi BBM (KKB) penerima dana bantuan langsung tunai (BLT) untuk pencairan tahap kedua di Kantor Pos dan Giro Banjarmasin, Kalsel, Senin (30/1), berlangsung sejak pagi. BLT diberikan sebagai kompensasi kenaikan harga BBM.
Kamis, 8 Mei 2008 | 13:23 WIB

JAKARTA,KAMIS - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution mengindikasikan pihaknya belum akan mengaudit pelaksanaan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) 2008 nanti secara khusus karena keterbatasan sumber daya manusia "Kita mengarah ke situ, tetapi tenaga kita terbatas," kata Ketua BPK, Anwar Nasution seperti dikutip Antara di Jakarta, Kamis (8/5).

Dia mengatakan, hal yang sama sebenarnya terjadi pada pelaksanaan penyaluran BLT 2005-2006 karena alasan yang sama. Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2006, BPK mengungkapkan bahwa laporan tentang alokasi anggaran untuk BLT dicantumkan, namun tidak ada pemeriksaan tertentu untuk melihat efektifitas dan realisasi penyaluran ke masyarakat miskin. "Dulu yang kita lakukan audit lanjutan hanya realisasi penyaluran subsidi BBM, subsidi listrik, subsidi BOS, dan subsidi pupuk. Tapi kalau BLT, tidak," katanya.

Meskipun tidak melakukan audit lanjutan, katanya, pihaknya telah meminta Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI dan LSM Smeru untuk melihat bagaimana penyaluran BLT dilakukan pada saat itu.

Namun, katanya mengakui, memang saat itu tidak ada kewajiban bagi kedua lembaga non pemerintah itu menyampaikan hasil kajian mereka kepada BPK. Dijelaskannya, pengawasan penyaluran BLT itu seharusnya menjadi kewenangan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan hasil pengawasan itulah yang diserahkan kepada BPK untuk diaudit. "Kalau Bawasda (Badan Pengawas Daerah-red) kabupaten/kota jalan, Bawasda provinsi jalan, BPK juga jalan melakukan pengawasan. Kerja kita tidak sulit," katanya.


EDJ
A A A
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
hudash @ Senin, 12 Mei 2008 | 14:22 WIB
Waduh !!!!!!........ yang diawasi ketat saja masih dikorupsi, lalu masalah BLT ini nggak akan diperiksa oleh Pak Anwar (BPK) apakah ini bukan membiarkan korupsi menjadi sebebas - bebasnya ???!!!!; atau Pak Anwar sedang pasang perangkap yach ????? supaya bisa dapat koruptor !!!!.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Advertorial
Kompas Mobile17
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort