
Laporan Marijke van den Berg dari Caracas
Venezuela ingin secepatnya lepas dari ketergantungan pada teknologi Amerika Serikat. Karena itulah negeri Amerika Latin ini berpaling pada China. Namun, Venezuela menukar ketergantungannya dengan ketergantung lain.
"Ni hao," sapa Kolonel Ricardo Zomacal Longo antusias saat memasuki ruang kelas. Bersama beberapa rekan-rekan militer, ia secara sukarela mengikuti kursus mingguan bahasa China Mandarin. Sudah setengah tahun ini ia mengikuti kursus itu, tapi pengetahuannya baru sebatas ucapan ni hao. Ibu guru Xu Chaomei mengajar dengan gaya klasik. Dia mengucapkan satu kata dalam bahasa Mandarin dan kelas kemudian menirukannya. Kolonel Ricardo sangat fanatik. Ia benar-benar ingin menguasai bahasa Mandarin mengingat China semakin penting di dunia, termasuk bagi Venezuela, katanya.
Ramón Fahado satu kelas dengan Kolonel Ricardo. Ia bertanggung jawab untuk bagian penerangan angkatan bersenjata. Ramón ingin menggunakan satelit yang sedang dibangun China untuk Venezuela. Venesat-1 ini akan digunakan untuk komunikasi sipil dan militer.
Militer yang akan menggunakan satelit itu mengikuti sebagian dari pendidikan mereka di China. Ramón suka akan hal itu. Diperkirakan satelit akan dapat mengudara akhir tahun ini. Tapi Ramón masih ragu-ragu, apakah itu memang akan terlaksana. Ia menyediakan waktu satu setengah tahun untuk sedikit menguasai bahasa China. Saat ini dia baru bisa mengatakan siapa namanya, "Wo-jau Ramón."
Kerja sama luar biasa
Satelit ini sesuai dengan rencana Presiden Hugo Chavez yang sosialis untuk lebih independen dari teknologi Amerika Serikat. Chavez bekerja sama dengan China dalam berbagai bidang. Setiap berkunjung ke China, ia selalu memuji kerja sama yang luar biasa dan membeberkan rencana kerja sama baru yang lebih luas.
Salah satu contoh adalah pabrik komputer sosialis. Pabrik yang terletak di zona bebas pajak Semenanjung Punto Fijoini adalah kebanggaan rezim Chavez. Di depan gedung terdapat tulisan El computador Bolivariano, fabrica socialista. Komputer yang dibuat oleh rakyat untuk rakyat. Komputer hecho en Venezuela (buatan Venezuela) dengan harga 300 euro itu harus terjangkau oleh setiap warga Venezuela. Tapi, tentu saja atas berkat China.
Buruh teladan
Di fabrica socialista ini orang-orang China mendidik para karyawan menjadi buruh sosialis yang teladan. Mereka yang beruntung ini bisa belajar di perpustakaan pabrik, menggunakan internet dan penampungan anak dengan cuma-cuma.
Tampaknya Venezuela menukar ketergantungan yang satu dengan yang lain karena semua suku cadang komputer didatangkan langsung dari China. Lebih dari itu, dalam kontrak tercantum bahwa China mempunyai hak monopoli memasok semua suku cadang komputer. Sejauh ini merakit komputer adalah satu-satunya keahlian yang diajarkan kepada kaum buruh fabrica socialista itu.
Target mereka adalah merakit 700 unit komputer per hari. Walaupun mandor berupaya keras memberikan kesan pabrik itu sudah beroperasi 100 persen, tapi kenyataan tidaklah demikian.
Ban berjalan kosong dan para buruh berkumpul di dekat layar komputer atau berbincang-bincang. Mereka harus disuruh dulu untuk bergerak. Mereka kemudian mengambil beberapa suku cadang dan memasangnya di kotak komputer.
Kebetulan
Komentar bahwa pekerjaan di pabrik santai, ditanggapi mandor dengan pernyataan berbelit-belit. Saat ini ada prioritas lain, proses produksi dipetakan untuk memenuhi syarat sertifikat internasional dan karena itu produksinya saat ini dihentikan.
Tapi setelah diperlihatkan bagaimana merakit komputer, kemudian semua suku cadang secara diam-diam dikembalikan ke dalam dos. Sebanyak 700 unit komputer per hari untuk warga Venezuela? Untuk sementara hal itu tampaknya mustahil.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |