Satu Ton Bunga untuk Pernikahan Putri Sultan HBX
Putri ketiga Sultan HB X saat siraman
Kamis, 8 Mei 2008 | 08:26 WIB

YOGYAKARTA - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Jumat (9/5), bakal punya hajatan besar. Raja Jawa Sultan Hamengku Buwono X akan menikahkan putri ketiganya, Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurkamnari Dewi  (30), dengan seorang pengusaha, Yun Prasetyo Hadi (32), di Yogyakarta. Untuk dekorasi, lebih dari 1 ton bunga hias telah disiapkan pihak keluarga.

Beragam jenis bunga yang didatangkan dari Belanda itu akan dipajang di kompleks kesatrian tempat calon mempelai pria, yaitu Bangsal Manis dan Bangsal Proboyekso, serta tempat-tempat lain yang dipakai untuk resepsi pernikahan.

Bunga hias itu, menurut penjual bunga Emerys-Zinnia Florist, Meryz didatangkan dari beberapa perkebunan bunga di Jawa Barat dan impor dari luar negeri, seperti mawar putih, lily, baby brace, anyelir, dan  sedap malam. Untuk bunga lokal di antaranya anggrek bulan, anthurium, daun pillo, daun pakis, daun parikesit, dan daun walisongo.

"Khusus daun walisongo akan ditempatkan di centerpiece, yakni meja khusus tamu  VVIP. Di Bangsal Manis juga akan ditempatkan rangkaian dekorasi dengan bahan bumbu-bumbu dapur," kata Meryz, Rabu (7/5).

Untuk menata bunga-bunga itu, Meryz telah mengerahkan ratusan pegawainya. Mereka bekerja siang hingga malam agar sebelum hari-H sudah selesai. Saat ini sebagian bunga sudah dipasang di beberapa tempat yang akan digunakan untuk prosesi.

Sementara itu, Permaisuri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, bersama adik-adik Sultan (KGPH Hadiwinoto dan GBPH Joyokusumo) kemarin memimpin acara geladi resik prosesi pernikahan, di antaranya pelaksanaan acara panggih (temu) mempelai antara Gusti Raden Ajeng (GRAj) Nurkamnari Dewi dan calon suaminya, Yun Prasetyo Hadi, yang akan bergelar KRT Purbodiningrat.

Acara panggih yang digelar Jumat besok akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri, mantan Presiden BJ Habibie, dan sejumlah tamu sangat penting lainnya.

Geladi resik kemarin dimulai dengan datangnya calon mempelai pria didampingi KPH Wironegoro bersama rombongan yang langsung disambut KGPH Hadiwinoto. Acara adat Keraton Yogyakarta secara lengkap itu dilanjutkan dengan dipertemukannya kedua mempelai di hadapan Sultan HB X dan GKR Hemas serta tamu undangan.

Kedua calon mempelai tampak kikuk, tapi setelah diulang beberapa kali dibantu panitia akhirnya geladi resik berjalan lancar. Bahkan, GKR Hemas dan KGPH Hadiwinoto sempat mengajak bercanda kedua calon mempelai agar tidak grogi.

Adik Sultan, GBPH Joyokusumo, mengatakan, ada beberapa bagian acara adat yang tertutup sehingga wartawan tidak diperkenankan meliput kecuali panitia yang bertugas. Beberapa acara itu, di antaranya ijab kabul yang langsung dilakukan Sultan kepada Yun Prasetyo Hadi di Masjid Panepen, acara siraman putri dan kakung/pria, acara tantingan, acara tampa kaya, dan dhahar klimah.

"Ini kami lakukan demi kekhidmatan acara. Acara panggih yang akan dihadiri Presiden terbuka dan dapat disaksikan," katanya.

Setelah resmi menikah, Yun Prasetyo akan bergelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Purbodiningrat, dan GRAj Nurkamnari Dewi bergelar Raden Ayu (RAy) Purbodiningrat. (ant/surya)



Share on Facebook
A A A
Ada 21 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
umi @ Senin, 12 Mei 2008 | 11:56 WIB
selamat menempuh hidup baru semoga sakinah warahmah,
wyns @ Jumat, 9 Mei 2008 | 14:43 WIB
Slamat menempuh hidup baru semoga kebahagiaan slalu menyertai kedua mempelai, dan untuk masyarakat jogja dan rakyat indonesia semoga terus berbahagia walaupun miyak naik30%
bejo @ Jumat, 9 Mei 2008 | 11:22 WIB
selamat menempuh hidup bru
fsnat @ Jumat, 9 Mei 2008 | 09:50 WIB
Sultan mantu kan pake uang nya sendiri gak pake uang rakyat, coba aja tuh liat anggota DPR AL AMIN nikah pake uang rakyat 2M. kalo sultan tajir itu dah turunan kali dari dulu....kalo anggota DPR tajir TANYA KENAPA??? PASTI ADA YANG SALAH
nur @ Jumat, 9 Mei 2008 | 09:31 WIB
Kan pada gak tau bagaimana amal sedekah yg dilakukan Sultan
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
4