Pelecehan Seks pada Anak, Ngetren di Australia
Rabu, 7 Mei 2008 | 20:37 WIB

CANBERRA, RABU - Pelecehan seksual pada anak ternyata sedang ngetren di Australia, terutama terhadap anak laki dan perempuan pribumi, suku Aborigin.  Katanya semua dilakukan demi marijuana dan perilaku ngelem (menghirup gas dari lem).

Pemerintah negara bagian Australia selatan melaporkan, dataran Anangu Pitjantjatjara merupakan tempat terakhir yang dilaporkan mengalami endemik perilaku yang tidak benar ini. Kebanyakan adalah anak-anak Aborigin.

Laporan Hakim Ted Mullighan menyebutkan, setidaknya ada 141 kasus pelcehan seksual yang terjadi selama 23 tahun di dataran APY ini. Sekitar 1000 anak di suku Anangu hidup di desa-desa kecil dan tepencil. Kebanyakan kasus, 129 , dilaporkan terjadi sejak 2000. Jumlah ini mencerminkan adanya kecenderungan menaiknya kasus pelecehan seksual, kata Mullighan

"Kemungkinan bobroknya masyarakat yang ditandai dengan kekerasan, penyalahgunaan alkohol dan obat, kemiskinan, putus asa, tiadanya harapan" menjadi penyebab semua itu, tambah Mullighan. Kebanyakan anak-anak gadis usia 12 tahun ini menjajakan seks karena ingin ngelem, meski mereka paling kerap melakukannya demi marijuana.

Menteri Dalam negeri Jenny Macklin mengatakan pemerintah akan segera mengeluarkan sekitar 19 juta dolar lebih  (18 juta dolar Amerika atau 12 juta euro) untuk mengatasi persoalan ini di komunitas-komunitas yang tinggal di padang gurun ini.

Suku aborigin meerupakan kelompok minoritas, sekitar 450.000 dari seluruh populasi yang ada di Australia yang mencapai 21 juta. Mereka merupakan kelompok etnis termikisn di Australia dan kebanyakan meninggal di usia lebih muda 17 dibanding warga Australia lain.


ABD
Sumber : AP
Share on Facebook
A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
ramlee @ Kamis, 8 Mei 2008 | 11:51 WIB
bukankah di Australia dikenal dengan pergaulan anak muda yang begitu bebas bahkan seks bebas. ternyata masih ada istilah pelecehan seks ya !!
ahimsa @ Kamis, 8 Mei 2008 | 10:13 WIB
jangan jauh -jauh sampe ke australia di indonesia pun kasus serupa juga sangat marak kami punya data tentang itu. jangankan dikota didesa terpencil sekalipun banyak kasus tersebut.
ahimsa @ Kamis, 8 Mei 2008 | 10:13 WIB
jangan jauh -jauh sampe ke australia di indonesia pun kasus serupa juga sangat marak kami punya data tentang itu. jangankan dikota didesa terpencil sekalipun banyak kasus tersebut.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
24