
Laporan wartawan Kompas Suhartono
BALIKPAPAN, RABU- Meskipun pemerintah belum memutuskan besaran dan waktu penetapan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), PT (Persero) Pertamina mengusahakan tidak akan ada usaha spekulasi dan upaya penimbunan BBM yang bisa menimbulkan gejolak di masyarakat. Sebab, untuk melakukan spekulasi dan penimbunan BBM jenis premium dan solar, sulit dilakukan.
Adapun untuk jenis BBM minyak tanah, meskipun spekulasi dan penimbunan bisa saja terjadi di pangkalan minyak, namun diyakini sulit dilakukan mengingat patokan distribusi minyak ke pangkalan setiap harinya sudah ditetapkan.
Hal ini disampaikan Wakil Direktur Pertamina Iin Arifin Takhyan kepada Kompas, saat ditanya seusai memberikan paparan di Unit Pengolahan V Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (7/5) petang.
"Kalau untuk premium dan solar, saya kira itu sulit terjadi spekulasi dan penimbunan. Karena, jalur penjualan kedua jenis BBM itu hanya ada dua, yaitu penjualan ke Stasun Pengisian Bengsin Umum (SPBU) dan penjualan langsung ke industri. Akan tetapi, kalau minyak tanah di pangkalan, bisa saja terjadi, meskipun sulit karena setiap pangkalan kan sudah mendapat jatah masing-masing dan jumlahnya juga dibatasi," ujar Iin.
Menurut Iin, untuk jenis premium dan solar, kalaupun ada penimbunan, itu hanya terjadi penimbunan di mobil. "Mau timbun di mana lagi kalau tidak di mobil ketika mengisi bengsin atau solar? Karena, kan, membeli dengan jeriken juga tidak boleh. Apalagi, kalau premium disimpan, kan, juga berbahaya. Jika terlalu lama, bisa meledak," tambah Iin.
"Adapun, kalau minyak tanah, jika terjadi rush (aksi borong), ya, mungkin saja terjadi membeli seperti itu. Akan tetapi, kan tentu akan ditanya untuk apa? Kalau untuk disimpan, jelasa tidak boleh. Pertamina sendiri akan selalu berpegang pada patokan jumlah BBM di perubahan APBN 2008. Demikian juga untuk premium dan solar, Pertamina akan berpegang pada patokan jumlah BBM di APBN," jelas Iin lagi.
Iin menegaskan, untuk mencegah spekulasi dan penimbunan BBM, Pertamina akan berusaha semaksimal mungkin menargetkan penyaluran BBM berdasarkan patokan yang sudah ditetapkan pemerintah dan DPR. Target Pertamina tahun ini menyalurkan minyak tanah 130.000 barrel per tahun. Untuk gas sebanyak satu miliar kaki kubik per hari dan produk BBM sebanyak 850.000 barrel per hari.
Belum ada penimbunan
Ditanya apakah Pertamina sejauh ini sudah menemukan upaya spekulasi dan kebocoran BBM, Iin mengaku belum mengindikasikan. Namun, saat ditanya apakah Pertamina bisa menjamin spekulasi dan penimbunan tidak akan terjadi, Iin hanya mengatakan Pertamina akan tetap pada patokan jumlah BBM yang ditetapkan.
"Sebenarnya, kita sulit untuk membatasi orang yang membeli BBM. Untuk itu, tentu upaya kita berjalan normal seperti biasa, yaitu sesuai dengan distribusi BBM sesuai dengan kuota APBN," lanjut Iin.
Mengenai kemungkinan kebocoran BBM di stasiun pengisian Lawe-Lawe, Kalimantan Timur, Iin menjamin tidak akan terjadi mengingat stasiun pengisian Lawe-lawe hanya transit minyak mentah untuk diproses menjadi BBM di kilang UPV Balikpapan sehingga tidak akan ada kebocoran.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |