Demo Tolak Kenaikan Harga BBM Mulai Marak
Video
Rabu, 7 Mei 2008 | 16:00 WIB

JAKARTA, RABU-Menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak, sejumlah daerah telah memulai aksi unjuk rasa. Aksi ini diperkirakan akan terus terjadi hingga beberapa minggu ke depan, terutama yang dilakukan para mahasiswa.

Dari pantauan Kompas.com, sepanjang hari ini terjadi unjuk rasa di Makassar, Solo, dan Balikpapan. DI Solo, unjuk rasa dilakukan Forum Bersama BEM se-UNS, KAMMI, HMI, dan BEM Politama. Di Makassar, aksi dilakukan Universitas Islam Negeri Alauddin dan Universitas Negeri Makassar (UNM). Sementara di Balikpapan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Mahasiswa berpendapat, kenaikan harga BBM akan semakin menyengsarakan masyarakat, terutama warga tidak mampu. Mereka mempertanyakan kenapa bukan gaji pejabat dan anggota dewan saja yang dipotong untuk menyelamatkan APBN. "Gaji pejabat dan anggota dewan setiap tahun naik, sementara direksi BUMN menerima tantiem yang luar biasa besar setiap tahun sehingga mereka semakin kaya dan rakyat semakin miskin," ujar Rudiansyah, koordinator mahasiswa UNM.

Di Jakarta, aksi menolak kenaikan BBM belum begitu marak. Diperkirakan, aksi unjuk rasa akan semakin sering terjadi menjelang kenaikan harga BBM yang akan diberlakukan 1 Juni mendatang.(ROY)


ROY
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
A A A
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
toxoid @ Jumat, 16 Mei 2008 | 23:46 WIB
selama rakyat/anak2 indonesia yg punya bakat dibidangnya masing2 tidak didanai to penelitian sampai menciptakan sesuatu misal alat2 teknologi canggih bangsa kita tetap akan jadi bangsa budak2 dari negara2 maju,makanya kasih fasilitas sarana
awah @ Kamis, 8 Mei 2008 | 13:40 WIB
Sebenarnya gw sebagai rakyat betawi kecewa dengan mahasiswa yang pada tahun yang silam mengyongkan pemerintahan Soeharto.....tapi sekarang tidak ada manfaat dari itu semua yang dilakukan oleh mahasiswa.....lihatlah sekarang dari akibat dari reformasi manaaaa.......bukannya berubah malah keblengerrrrr....sekarang gw kecewa sekali!!!! Mana BEM mana yang lainnnyaaa duduk manis dan hanya menyaksikan negara yang mau ambrukkkkkk!!!!!!!!! Buktikaaaannnnnn...
gb2 @ Rabu, 7 Mei 2008 | 18:18 WIB
Secara matematis apakah pemotongan gaji pejabat dan anggota dewan cukup untuk menutupi subsidi BBM? Atau mahasiswa itu cuma asal ngomong? Liat dong kenyataan di dunia bahwa harga minyak sudah melambung tinggi, sementara perilaku konsumsi BBM di masyarakat masih kayak gitu-gitu aja. Masih banyak pemakai kendaraan bermotor yang seolah nggak sadar kalau bensin yang dibakarnya itu sebagian dibeliin sama pemerintah.
newbie @ Rabu, 7 Mei 2008 | 17:06 WIB
apa dengan rakyat demo mnta diturunkannya harga BBM bisa terkabul? yang selama ini terjadi tidak ada penurunan harga seperti kebutuhan bahan pokok. Saya setuju dengan pendapat Rudiansyah kenapa tidak gaji para pejabat di Indonesia yang dipotong gaji ya.....!
hersyad @ Rabu, 7 Mei 2008 | 16:27 WIB
Pemerintah memang sudah buta mata dan buta telinga liat aja harga kebutuhan udah semakin tinggi sebelum ada kenaikkan BBM. Liat tuch pejabat yg hidup mewah, istri lebih dari satu, pake fasilitas negara. Jangan rakyat disuruh sabar, tabah ...Hey SBY jangan tebar pesona terus rakyat udah makin miskin !!!!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort