
JAKARTA, SELASA - Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, Azwar Lubis mengatakan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan menyebabkan tarif dasar listrik (TDL) naik.
"Sesuai kebijakan pemerintah pusat, kebijakan disinsentif atau tarif progesif tidak jadi dilaksanakan. Pelanggan 450 VA - 2.200 VA tetap dibebani TDL sesuai ketentuan yang berlaku selama ini. Tarif non-subsidi dikenakan pada pelanggan 6.600 volt ampere hingga lebih besar dari 200 kilo volt ampere," kata Azwar Lubis, Selasa (6/5).
Golongan tarif pelanggan yang terkena tarif non-subsidi, yaitu R2, R3, B1, B2, P1, dan P3. Yang termasuk go longan ini adalah sebagian pelanggan rumah tangga, bisnis, dan penerangan jalan umum serta kantor-kantor pemerintah.
Namun, Azwar menambahkan, PLN akan meningkatkan kampanye hemat pemakaian listrik kepada para pelanggannya di seluruh Indonesia, terutama p ara pelanggan di Jawa dan Bali, khususnya pada golongan tarif 450 VA - 2.200 VA.
Khusus di DKI, PLN mengimbau agar warga menghemat pemakaian peralatan listrik. Pompa air, misalnya, maksimal dinyalan dua kali dalam sehari. Lemari es maksimal diisi 75 perse n - 85 persen dari total kapasitas dan tidak terlalu sering dibuka tutup.
Pelanggan juga diharap menghidupkan lampu atau penerangan pada pukul 18.00 - 06.00 dan menyalakan pendingin ruangan pada suhu 25 derajat Celsius. Selain itu, diharapkan menyeterika baju sekaligus setiap minggu.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |