Empat TKI Asal Tegal Disandera di Somalia
Selasa, 6 Mei 2008 | 18:40 WIB

SLAWI, SELASA - Empat tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Tegal dilaporkan disandera oleh salah satu kelompok separatis di Somalia. Mereka adalah Daimun (37), Sayoto (31), Slamet Riyadi (26) ketiganya warga Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru, serta Said Basyar (4 5), warga Desa Rajegwesi, Kecamatan Pagerbarang. Para TKI tersebut bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) Asmak I asal Oman.

Isteri Sayoto, Erni (24), Selasa (6/5), mengatakan suaminya berangkat ke Oman pada 29 Maret 2007, bersama dengan Said. Daimun dan Slamet yang juga merupakan saudara kandung Sayoto, berangkat lebih awal, pada 13 Maret 2007.

Mereka berangkat ke Oman tanpa melalui perusahaan penyalur tenaga kerja. Selama ini, Sayoto dan Said sudah berpengalaman sebagai ABK kapal di Oman, sehingga ia sudah terbiasa ke sana. Mereka mendapatkan kiriman tiket dari pemilik kapal di Oman.

Biasanya, suaminya bekerja untuk jangka waktu satu tahun, sehingga seharusnya sudah kembali ke Tegal pada bulan Maret lalu. Namun pada 21 Januari lalu, suaminya memberi tahu kalau kapal yang ditumpanginya disandera kelompok separatis di perairan Eil, Somalia. Saat itu, kapal baru saja mencari ikan di perairan tersebut.

Semua ABK yang berjumlah 22 orang juga ikut disandera. Lima diantaranya berasal dari Indonesia, yaitu Daimun, Sayoto, Slamet Riyadi, Said Basyar, dan Laode, warga Jakarta. Bahkan, Laode dikabarkan sudah meninggal dunia dalam penyanderaan.

Menurut Erni, hingga saat ini para ABK masih dalam penyanderaan di tengah laut. Kelompok separatis yang menyandera mereka meminta tebusan uang. Namun ia mengaku tidak mengetahui besarnya uang yang diminta.

Siti Handayaningrum (26), isteri Daimun mengaku kesulitan berhubungan langsung dengan suaminya. Selama ini, informasi mengenai keberadaan suaminya diperoleh dari adik iparnya, Sayoto. Terakhir kali ia mengaku mendapatkan informasi mengenai kondisi suamin ya dari isteri Said, Tuti (35) pada Sabtu pekan lalu.

Erni maupun Tuti berharap agar suami mereka segera dibebaskan. Keduanya telah melaporkan kejadian itu ke Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tegal.

Petugas Pengantar Tenaga Kerja Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tegal, Darmanto mengatakan, pihaknya sedang berupaya membantu membebaskan pada TKI yang disandera di Somalia. Saat ini, ia sudah meminta bantuan Departemen Luar Negeri, untuk me nyelesaikan kasus tersebut.

Menurut dia, para TKI tersebut berangkat ke luar negeri secara ilegal. Selama ini memang masih banyak ditemukan TKI dari Kabupaten Tegal yang berangkat tanpa melalui perusahaan penyalur. Mereka biasanya mengikuti teman atau saudara mereka yang sudah pernah bekerja ke luar negeri.


WIE
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Kompas Mobile4
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
No FORUM Data

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort