
HANGKY Ribowo buru-buru mendekati wartawan Tribun saat mengikuti acara Jalan Sehat Tribun Kaltim, Minggu (4/5). "Ini bagaimana, Pak? Jadi enggak pemogokan di Bandara Sepinggan. Wah... kalau jadi mogok saya bisa berangkat nggak?" tanyanya.
Hangky risau jika pekerja di bandara internasional itu jadi melaksanakan ancamannya, mogok kerja. Sepinggan benar-benar mogok, "Terus ribuan penumpang nanti mau diapakan? Bisa nggak penerbangan berjalan lancar?"
Notaris yang juga aktivis Balom-Hash itu mengaku sudah mebeli tiket tujuan Jakarta pada tanggal 8 Mei. "Ada urusan di sana. Nah ini kalau sampai nggak bisa berangkat jadi repot semua," tuturnya.
Bukan hanya Hangky yang gelisah, tapi juga semua calon penumpang akan kelabakan, termasuk panitia penyelenggara seminar rumah sakit yang akan dilaksanakan di Grand Senyiur, 8-10 Mei mendatang. Seminar ini akan dibuka Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.
"Saya berharap rasanya kalau berangkat tanggal 8 Mei aman. Mengapa? Karena kan ada Menkes yang datang ke Balikpapan. Masak pada saat menteri datang tidak ada yang meng-handle di bandara. Rasanya saya kok bisa berangkat tanggal 8 Mei," katanya. Hangky juga berharap ada kesepakatan antara menajemen Angkasa Pura I dan Serikat Pekerja (SP) untuk menyelesaikan tuntutan itu sehingga pelayanan di bandara tetap berjalan normal, tidak ada kepentingan umum yang dikorbankan.
Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Kaltim mengimbau para calon penumpang pesawat agar tidak perlu khawatir pada 7-9 Mei mendatang meski ada ancaman aksi mogok kerja yang dilakukan para karyawan Angkasa Pura I.
Menurut Ketua Asita Kaltim Joko Purwanto, pihak Angkasa Pura I telah menjamin bahwa operasional penerbangan tetap berjalan normal. "Kebetulan beberapa agen-agen perjalanan kami telah menemui pihak Angkasa Pura I untuk mempertanyakan hal ini. Dalam pertemuan tersebut Angkasa Pura I menjamin operasional penerbangan tetap berjalan sesuai dengan prosedur."
Joko mengatakan, sejauh ini agen-agen perjalanan tetap melayani pembelian tiket pesawat untuk penerbangan 7-9 Mei. "Pembelian tiket pesawat di tiga hari itu tetap ada. Sebab di hari itu maskapai penerbangan tidak ada yang melakukan pembatalan penerbangan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menjual tiket," ungkapnya.
Joko menambahkan, pihaknya hanya mengkhawatirkan apabila mogok kerja terjadi, jadwal penerbangan akan terlambat. "Kemungkinan yang terganggu jadwal penerbangan akan mengalami sedikit keterlambatan. Walaupun begitu, kita berharap demo yang dilakukan tetap berjalan baik tanpa ada aksi anarkis," ungkapnya. (ps/jnh/joi/m19)
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |