Calon Penumpang Risau Pemogokan Bandara
Selasa, 6 Mei 2008 | 09:32 WIB

HANGKY Ribowo buru-buru mendekati wartawan Tribun saat mengikuti acara Jalan Sehat Tribun Kaltim, Minggu (4/5). "Ini bagaimana, Pak? Jadi enggak pemogokan di Bandara Sepinggan. Wah... kalau jadi mogok saya bisa berangkat nggak?" tanyanya.

Hangky risau jika pekerja di bandara internasional itu jadi melaksanakan ancamannya, mogok kerja. Sepinggan benar-benar mogok, "Terus ribuan penumpang nanti mau diapakan? Bisa nggak penerbangan berjalan lancar?"

Notaris yang juga aktivis Balom-Hash itu mengaku sudah mebeli tiket tujuan Jakarta pada tanggal 8 Mei. "Ada urusan di sana. Nah ini kalau sampai nggak bisa berangkat jadi repot semua," tuturnya.

Bukan hanya Hangky yang gelisah, tapi juga semua calon penumpang akan kelabakan, termasuk panitia penyelenggara seminar rumah sakit yang akan dilaksanakan di Grand Senyiur, 8-10 Mei mendatang. Seminar ini akan dibuka Menteri Kesehatan  Siti Fadilah Supari.

"Saya berharap rasanya kalau berangkat tanggal 8 Mei aman. Mengapa? Karena kan ada Menkes yang datang ke Balikpapan. Masak pada saat menteri datang tidak ada yang meng-handle di bandara. Rasanya saya kok bisa berangkat tanggal 8 Mei," katanya. Hangky juga berharap ada kesepakatan antara menajemen Angkasa Pura I dan Serikat Pekerja (SP) untuk menyelesaikan tuntutan itu sehingga pelayanan di bandara tetap berjalan normal, tidak ada kepentingan umum yang dikorbankan.

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Kaltim mengimbau para calon penumpang pesawat agar tidak perlu khawatir pada 7-9 Mei mendatang meski ada ancaman  aksi mogok kerja yang dilakukan para karyawan Angkasa Pura I.

Menurut Ketua Asita Kaltim Joko Purwanto, pihak Angkasa Pura I telah menjamin bahwa operasional penerbangan tetap berjalan normal. "Kebetulan beberapa agen-agen perjalanan kami telah menemui pihak Angkasa Pura I untuk mempertanyakan hal ini. Dalam pertemuan tersebut Angkasa Pura I menjamin operasional penerbangan tetap berjalan sesuai dengan prosedur."

Joko mengatakan, sejauh ini agen-agen perjalanan tetap melayani pembelian tiket pesawat untuk penerbangan 7-9 Mei. "Pembelian tiket pesawat di tiga hari itu tetap ada. Sebab di hari itu maskapai penerbangan tidak ada yang melakukan pembatalan penerbangan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menjual tiket," ungkapnya.   

Joko menambahkan, pihaknya hanya mengkhawatirkan apabila mogok kerja terjadi, jadwal penerbangan akan terlambat.  "Kemungkinan yang terganggu jadwal penerbangan akan mengalami sedikit keterlambatan. Walaupun begitu, kita berharap  demo yang dilakukan tetap berjalan baik tanpa ada aksi anarkis," ungkapnya. (ps/jnh/joi/m19)



Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile5
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort