
BALIKPAPAN - Serikat Pekerja Angkasa Pura atau SPAP I Cabang Balikpapan menyatakan tetap akan mogok kerja, Rabu (7/5). Keputusan bulat itu dilontarkan Ketua SPAP I DPC Sepinggan, Balikpapan, Arif Islam, seusai rapat perdebatan panjang dengan manajemen AP I Bandara Sepinggan, Senin (5/5).
Sebanyak 253 anggota SPAP I, lanjut Arif, akan ikut ambil bagian dalam aksi yang akan dilakukan selama tiga hari, 7-9 Mei. "Keputusan ini sudah bulat, tekad kami tidak pecah. Karena ini merupakan program DPP SPA I Pusat yang harus kami laksanakan," kata Arif. Mogok kerja ini akan dilakukan SPAP I apabila hingga malam ini, pukul 23.59 Wita, jajaran direksi AP I Pusat tidak segera mengambil tindakan atas tuntutan hak yang selama ini belum dipenuhi.
"Apabila sampai dengan pukul 23.59 Wita tidak dipenuhi, maka mogok akan dimulai pukul 05.00 WIT dari wilayah Indonesia bagian timur, yakni Biak. Kemudian terus bergerak ke barat, seperti Ambon. Bandara Hasanuddin, Makassar, Sepinggan, Balikpapan, Manado, hingga AP I Pusat," ujar Arif.
Bandara lain akan memberikan dukungan berupa aksi prihatin dan doa bersama. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 yang berisi tidak ada paksaan untuk ikut dan tidak ikut serta dalam mogok kerja. "Termasuk manajemen tidak boleh menghalangi untuk menggunakan hak mogok," ujarnya.
Sementara itu, Manajer Personalia dan Umum Imam Pramono mengatakan, dalam perdebatan panjang yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WITA itu ada tiga pernyataan yang disampaikan manajemen AP I Bandara Sepinggan Balikpapan. Melalui instruksi General Manajer AP I IBG Winaya, Imam menyatakan bahwa pada dasarnya GM AP I meminta karyawannya untuk tidak melakukan aksi mogok bersama.
"Ini merupakan permintaan Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid kepada Pak Winaya untuk tetap melaksanakan operasional bandara," kata Imam. Sebagai pintu gerbang Kaltim, Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan harus tetap beroperasi dan melayani masyarakat. Pada dasarnya, ujar Imam, GM menghargai perjuangan serikat pekerja AP I. Namun, apabila permintaan GM ini tidak dipenuhi, GM berhak melaksanakan aturan yang berlaku, yakni menyangkut kepegawaian dan undang-undang penerbangan.
Dengan demikian, bila aksi mogok itu terjadi, maka yang akan bertindak adalah Muspida, Polri, dan lanud untuk mengatasi pemogokan.
Alternatif kedua yang telah disepakati bersama dalam rapat tersebut, semua jajaran akan melayangkan surat kepada Direksi AP I untuk berunding kembali. Kesepakatan ketiga yang dicapai, apabila terjadi mogok, tidak diperbolehkan memengaruhi karyawan lainnya. "Jadi sesuai dengan hati nurani masing-masing, yang mogok biarlah mogok, tetapi yang ingin kerja ya tetap kerja," kata Imam.
Dalam rapat yang dihadiri seluruh manajer bagian di AP I itu, Operasional Bandara Sepinggan menyatakan akan tetap beroperasi pada saat aksi mogok tiga hari. Menurut Imam, sebagai antisipasi, seluruh GM AP I telah saling berkoordinasi untuk mengisi dan menggantikan posisi karyawan yang kosong, termasuk mempekerjakan kembali karyawan yang pada saat itu libur.(Tribun Kaltim)

LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |