Jantan Tapi Feminin, Sosok Raja Akhenaten
Pahatan yang menggambarkan Akhenaten, Nefertiti, dan anak-anaknya.
Senin, 5 Mei 2008 | 22:55 WIB

JAKARTA, SENIN - Meski beranak banyak, Akhenaten yang pernah berkuasa di kerajaan Mesir Kuno mungkin berpenampilan feminin. Bahkan, cantik seperti wanita dengan bentuk kepala bulat lonjong dan payudara yang menonjol.

Kesimpulan tersebut disampaikan Dr. Irwin Braverman, fisikawan dari Universitas Yale setelah menganalisis lukisan dan patung Akhenaten. Hasil penelitiannya itu dipresentasikan dalam konferensi tahunan di Sekolah Kedokteran Universitas Maryland, AS.

Menurutnya, penampilan yang menyerupai perempuan ini disebabkan mutasi genetika sehingga tubuh Raja Akhenaten kekurangan hormon-hormon laki-laki. Akhenaten memiliki pinggul yang lebar, dada besar, namun ia tetap subur bahkan sampai menurunkan enam orang anak. Raja yang dikenal sebagai peletak revolusi monteisme dalam perdaban Mesir Kuno sekitar 1300 sebelum  Masehi tersebut menikah dengan Nefertiti dan Tutankhamun atau Raja Tut mungkin anaknya.

"Bagaimanapun, ia berpenampilan fisik layaknya seorang wanita," ujar Braverman. Ia sangat yakin dengan hal tersebut karena berpengalaman menilai kesehatan seseorang berdasarkan foto dan mengajar ilmu pengenalan fisik kepada mahasiswa kedokteran tingkat pertama.  

Kelainan genetika yang mungkin dialami Akhenaten mungkin kompleks. Antara lain sindrom Marfan yang menyebabkan seseorang mengalami pemanjangan anggota tubuh, seperti pada jari tangan dan muka. Kemungkinan lainnya sindrom Froechlich yang membuat penderitanya mengalami distribusi lemak seperti wanita. Penyebab lainnya mungki sindrom Kinefelter yang merupakan biang pembesaran payudara pada laki-laki.    

Namun, sindrom-sindrom tersebut biasanya diikuti dengan perubahan kesuburan yang ternyata tak terjadi pada Akhenaten. Braverman berpendapat, Ahenaten mungkin menderita gynecomastia. Penyakit turunan ini menyebabkan kondisi tubuh seseorang memproduksi estrogen terlalu banyak. Untuk membuktikannya, satu-satunya cara mungkin dengan membedah mumi Akhenaten dan melakukan analisis DNA.


WAH
Nilai 5 A A A
Ada 21 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
dennys @ Minggu, 22 Juni 2008 | 17:34 WIB
Waaaahhhhh....!!!! Bnyk Bnr KeLAinAn na...JnGn" Tu Raja.......?????????
aya @ Jumat, 20 Juni 2008 | 12:53 WIB
wah harus diteliti lebih dalam lg tuh biar tambah jelas
Fajar @ Jumat, 20 Juni 2008 | 10:52 WIB
Menurut ulasan lain, relief di atas justru konon menunjukkan keberadaan alien di bumi sejak ribuan tahun lalu ... Proporsi kepala yang berbeda, gesture, bukanlah karena anomali genetik, tapi karena mereka memang berbeda dengan kita ... Coba cek di situs-situs tentang alien ...
Johny Lengkong @ Kamis, 19 Juni 2008 | 08:53 WIB
Wah, rupanya Fisikawan jaman sekarang suka menarik kesimpulan hanya dengan menganalisa lukisan dan patung, bukan dari analisa laboratorium.
Agip @ Senin, 9 Juni 2008 | 18:58 WIB
Wah,bener bget ada seribu alasan untuk membedah tu mumy.tpi klu udh di mumy kan g bs kliatan la kan cuma tulang.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile55
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort