Paling Lambat 1 Juni Harga BBM Naik
Pengeboran minyak di Rig OW 700/40 milik Pertamina EP di Desa Samudra Jaya, Kecamatan Bekasi, Jawa Barat, mencapai kedalaman 2.150 meter, Selasa (27/3). Minyak mentah dari anjungan ini diolah di kilang minyak Balongan untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Senin, 5 Mei 2008 | 21:57 WIB

JAKARTA, SENIN - Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (5/5) sore, akhirnya memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara terbatas atau masih dalam rentang jangkauan masyarakat dan pelaku usaha.

Kebijakan pemerintah ini, selain akan diikuti dengan penghematan secara total konsumsi BBM dengan berbagai langkah, juga akan disertai dengan pemberian kompensasi yang cukup besar, khususnya bagi masyarakat bergolongan ekonomi lemah.

Namun, berapa persentase kenaikan dan tanggal kepastian waktu pemberlakuan kenaikan harga BBM tersebut, Menko Perekonomian Boediono, yang ditanya dalam keterangan pers, seusai mengikuti ratas di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, hanya mengatakan masih dihitung secara rinci dan pada waktunya akan segera diumumkan.

Soal besaran kenaikan harga BBM, pemerintah masih melakukan perhitungan dan menyelesaikan persoalan teknisnya. Akan tetapi, besarannya masih dalam jangkauan yang bisa ditanggung masyarakat. Apalagi dibarengi dengan pemberian kompensasi. "Kalau waktu pengumuman kenaikan harga BBM, pemerintah masih mempersiapkan. Tunggu beberapa minggu ke depan," tandas Boediono.

Akan tetapi, informasi yang diterima Kompas, Senin malam ini, besaran kenaikan yang tengah dihitung pemerintah maksimal kenaikan rata-rata BBM sebesar 30 persen, dengan perkiraan pengurangan anggaran subsidi mencapai Rp 30 triliun. Kenaikan harga BBM itu disebut-sebut paling lambat diputuskan pada 1 Juni mendatang.

"Melihat situasi yang kita hadapi sekarang ini, dari keadaan di luar maupun situasi di dalam negeri, maka kita saat ini tengah menyiapkan suatu langkah kebijakan dengan tujuan untuk mengamankan APBN tahun 2008 maupun 2009. Dengan fokus pada masalah subsidi BBM dan listrik, ini kita lakukan dalam satu paket, yang terdiri dari tiga elemen yang satu sama lainnya saling terkait," ujar Boediono.

Ratas dihadiri juga oleh Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dan sejumlah menteri ekonomi di antaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro serta Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta.

Defisit di bawah 2 persen

Di tempat yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, besaran kenaikan harga BBM yang diputuskan pemerintah ditetapkan pada kisaran yang masih ditanggung oleh masyarakat dan pelaku ekonomi.

"Yang penting adalah sinyal kita kepada seluruh pelaku ekonomi bahwa kenaikan ini masih di dalam kisaran yang masih bisa diserap dan ditanggung masyarakat dan pelaku ekonomi. Selain itu, diharapkan juga bisa menimbulkan kepercayaan dan menghilangkan ketidakpastian bagi para pelaku ekonomi," tandas Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, keputusan pemerintah menaikkan harga BBM ini hendaknya bisa dipahami oleh masyarakat mengingat kecenderungan kenaikan harga BBM ini juga terjadi di negara lainnya di dunia.


HAR
A A A
Ada 12 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
henheryana @ Jumat, 23 Mei 2008 | 01:42 WIB
naik harga BBM ??? gitu aja koq repot, dari dulu ampe sekarang khan solusinya gak malah bener, malah rakyat terus yg jadi korban tenang bntar lagi khan pemilihan umum 2009...
almy @ Jumat, 16 Mei 2008 | 21:44 WIB
ya...biar aja BBM naik...ntar lg SBY JK trn... kan seri tuhh... dan juga biar kolor2 rakyat saja yang turun.. hakz..hakz..hakz.....hzzzzz
usagi @ Sabtu, 10 Mei 2008 | 20:41 WIB
wah, gawat noh kalo harga bbm naik! huhh..
andre @ Jumat, 9 Mei 2008 | 11:43 WIB
waduh, bakal sussah kalau BBM dinaikkan apalagi kerja jadi wartawan, sehari saja sudah keluar duit banyak, cuma buat ongkos jalan.Mana gaji dibawah UMK lagi?????beratt
Wahyu @ Rabu, 7 Mei 2008 | 18:48 WIB
Bagus kalo BBM harganya dinaikan daripada pemerintah susah. Makin mahal makin bagus biar pada sadar dan bisa hemat. Lihat saja kendaraan bermotor banyaknya bukan main dan bikin macet saja. Bangsa Indonesia terlalu manja gara2 disubsidi pemerintah.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Advertorial
Kompas Mobile16
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort