250 Karyawan Carrefour Ratu Plaza Minta Dipindah
Carrefour Ratu Plaza, Jakarta.
Senin, 5 Mei 2008 | 12:09 WIB

Laporan Reporter Radio Sonora, Riko

JAKARTA, SENIN - Serikat Pekerja Carrefour di Ratu Plaza menuntut manajemen memindahkan 250 karyawan di cabang tersebut ke cabang Carrefour lain yang letaknya paling dekat dengan rumah karyawan.

Tuntutan ini dilontarkan menyusul terulangnya kasus pingsan massal di pusat pertokoaan yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman tersebut. "Pada kejadian keempat sudah kami sampaikan. kesepakatan tadi, kalau sudah lima kali, kami minta direlokasi ke Carrefour terdekat dari rumah. Untuk kejadian kali ini belum ada pertemuan dengan pihak manajemen," ungkap Rahman, perwakilan serikat pekerja Carrefour yang ditemui di lokasi kejadian, Senin (5/5) siang.

Saat berita ini diturunkan, pemeriksaan lanjutan terhadap tempat perkara, terutama menyangkut instalasi listrik dan lahan parkir, tengah dilakukan oleh sejumlah aparat dari pusat laboratorium forensik Polda Metro Jaya dan beberapa badan terkait.

Menurut Rahman, saat ini jumlah karyawan Carrefour yang bekerja di Ratu Plaza tak kurang dari 250 orang. Sebanyak 150 di antaranya adalah anggota aktif serikat pekerja.

Peristiwa pingsan massal 27 karyawan Carrefour ini disebut-sebut akibat buruknya sistem ventilasi udara. Ini adalah kejadian yang kelima kalinya terjadi. Government Relation Manager Carrefour Indonesia Satria Hamid Ahmadi kemarin menyatakan, Carrefour kembali dirugikan oleh pengelola Gedung Ratu Plaza, PT Ratu Sayang.

Ia menuturkan, kejadian ini bermula sejak pagi sekitar pukul 08.00. Saat itu listrik tiba-tiba mati. Pihak Carrefour lantas menghidupkan genset. Demikian pula, berdasarkan informasi yang diperoleh Satria, pihak gedung juga menyalakan gensetnya.

Selanjutnya, selepas pukul 12.00, perlahan-lahan lampu di pusat perbelanjaan itu mati. "Akhirnya kita evakuasi seluruh konsumen. Setelah itu baru kita evakuasi karyawan. Nah, saat karyawan keluar itulah mereka merasa lemas, mual, dan muntah. Sebagian besar adalah SPG wanita," tutur Satria.


GLO
Share on Facebook
A A A
Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
zlam @ Senin, 5 Mei 2008 | 23:31 WIB
Semestinya yg disalahkan tdk sepenuhnya Carefour tapi juga pengelola gedungnya ( PT Ratu Sayang ) Pemerintah DKI harus berani menindak tegas terhadap pengelola gedung yang lalai...
Komentar @ Senin, 5 Mei 2008 | 23:12 WIB
Dalam hal ini CARREFOUR belum tentu salah, karena dia hanya sewa tempat yang kebetulan di basement. Yang betanggung jawab ya pengelola gedung tsb.
topanonly @ Senin, 5 Mei 2008 | 23:02 WIB
Di segel??kayaknya bagus tuh.Jadi copet-copet yang nongkrong di depan gedung kehilangan lahan.Sirkulasi Hidup
lucky @ Senin, 5 Mei 2008 | 20:54 WIB
Sebaiknya sistem ventilasinya diperbaiki,,soalnya itu saluran udara langsung nyambung ama tempat parkir.Dimana tempat parkir tersebut mengeluarkan gas gas beracun..jadi tolong bagi pemda setempat untuk merivisi lahan parkir tersebut,karena bukan dari kelengkapan suatu lahan parkir saja yang perlu di perhatikan untuk mencari obyekan tetapi juga sarana dan prasana yang tidak berhubungan langsung dengan lahan parkir..
vilero @ Senin, 5 Mei 2008 | 17:23 WIB
kenapa sich Pak Gubernur ngak brani kasi tindakan tegas!!! kalo brani segel aja ...........karna dah rugiin orang banyak terutama karyawannya
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
87