Laporan Reporter Radio Sonora, Riko
JAKARTA, SENIN - Serikat Pekerja Carrefour di Ratu Plaza menuntut manajemen memindahkan 250 karyawan di cabang tersebut ke cabang Carrefour lain yang letaknya paling dekat dengan rumah karyawan.
Tuntutan ini dilontarkan menyusul terulangnya kasus pingsan massal di pusat pertokoaan yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman tersebut. "Pada kejadian keempat sudah kami sampaikan. kesepakatan tadi, kalau sudah lima kali, kami minta direlokasi ke Carrefour terdekat dari rumah. Untuk kejadian kali ini belum ada pertemuan dengan pihak manajemen," ungkap Rahman, perwakilan serikat pekerja Carrefour yang ditemui di lokasi kejadian, Senin (5/5) siang.
Saat berita ini diturunkan, pemeriksaan lanjutan terhadap tempat perkara, terutama menyangkut instalasi listrik dan lahan parkir, tengah dilakukan oleh sejumlah aparat dari pusat laboratorium forensik Polda Metro Jaya dan beberapa badan terkait.
Menurut Rahman, saat ini jumlah karyawan Carrefour yang bekerja di Ratu Plaza tak kurang dari 250 orang. Sebanyak 150 di antaranya adalah anggota aktif serikat pekerja.
Peristiwa pingsan massal 27 karyawan Carrefour ini disebut-sebut akibat buruknya sistem ventilasi udara. Ini adalah kejadian yang kelima kalinya terjadi. Government Relation Manager Carrefour Indonesia Satria Hamid Ahmadi kemarin menyatakan, Carrefour kembali dirugikan oleh pengelola Gedung Ratu Plaza, PT Ratu Sayang.
Ia menuturkan, kejadian ini bermula sejak pagi sekitar pukul 08.00. Saat itu listrik tiba-tiba mati. Pihak Carrefour lantas menghidupkan genset. Demikian pula, berdasarkan informasi yang diperoleh Satria, pihak gedung juga menyalakan gensetnya.
Selanjutnya, selepas pukul 12.00, perlahan-lahan lampu di pusat perbelanjaan itu mati. "Akhirnya kita evakuasi seluruh konsumen. Setelah itu baru kita evakuasi karyawan. Nah, saat karyawan keluar itulah mereka merasa lemas, mual, dan muntah. Sebagian besar adalah SPG wanita," tutur Satria.