PALEMBANG, SENIN — Sesal kemudian tidak berguna. Hanya demi ingin tampak cantik dan langsing, Linda Sari (36) kini harus meringkuk di balik jeruji besi, Minggu (4/5).
Istri muda salah seorang pensiunan pegawai negeri sipil di Kota Lubuklinggau berinisial Hb ini menyesal karena terpengaruh oleh teman-temannya tiga tahun lalu. Agar tubuhnya langsing, warga Jl Nangka RT 6, Kelurahan Ponotogo, Kecamatan Lubuklinggau Utara, ini pun setiap hari mengonsumsi sabu.
Ibu satu anak ini ditangkap di rumahnya oleh anggota Dit Narkoba Polda Sumsel pimpinan Kepala Satserse I Kompol Ismail Zahara, Sabtu sekitar pukul 23.00. Linda yang mengaku istri pejabat di Lubuklinggau ini kedapatan menyimpan 44 butir inek dan tujuh paket sabu. Selain itu, ditemukan juga sebuah timbangan digital, satu bong, satu bal plastik klip kecil, dan sebuah stoples. “Dia kita tangkap di rumahnya, Sabtu sekitar pukul 23.00. Saat itu dia berusaha membuang dan menyembunyikan barang bukti dengan alasan hendak buang air kecil ke kamar mandi,” kata Ismail Zahara didampingi Kepala Unit III Sat Idik I AKP Syamsul Bachri, SH kepada Sriwijaya Post.
Menurut Ismail, saat itu barang bukti disembunyikan di balik celana dalamnya. Hanya ada suara siraman air saja dari kamar mandi. Ternyata dia hendak menyembunyikan barang bukti tersebut ke dalam tumpukan piring. Syamsul mengatakan, penangkapan tersebut berkat adanya SMS dari masyarakat yang dikirimkan ke SMS online Kepala Polda dan surat permohonan perhatian dari Kepala Polda. “Di dalam SMS tersebut diinformasikan bahwa terdapat 300 inek dan sekantung sabu dari Palembang yang hendak dikirim ke Lubuklinggau. Kemudian kita tindaklanjuti hal itu, ternyata benar, tetapi target pertama yang kami datangi kabur dan diduga informasi telah bocor,” kata Syamsul.
Menurutnya sebagian barang tersebut dibeli oleh Linda sekitar pukul 19.00 di rumahnya.
Tiap hari "nyabu"
Linda bercerita bahwa dia sudah mengenal sabu dan inek sejak tiga tahun lalu. Wanita yang sudah menikah selama lebih kurang 12 tahun dengan Hb ini menggunakan sabu karena ingin menguruskan badan. Hal itu atas anjuran dari seorang temannya. “Memang benar terbukti waktu itu berat badan saya 74 kg dan turun tiga kilo setelah mengonsumsi. Saya tiga hari merasa kenyang terus dan enggak tidur, tetapi terus ketagihan. Uang suami saya habis untuk beli barang-barang itu,” ungkap Linda.
Menurut wanita yang pernah beberapa kali sakau dan hendak bunuh diri ini, dia mengonsumsi 1/4 jie sabu per hari. Jika dalam dua hari dia tidak mengonsumsi sabu, maka bicaranya tidak lancar dan lidah menjadi kelu. Sabu tersebut dibelinya dengan harga Rp 1.200.000 per jie dan inek dengan harga Rp 105.000 per butir. Untuk mendapatkan kedua barang tersebut, berbagai barang di rumahnya, seperti berlian, mobil, sertifikat rumah, emas, dan motor sudah digadaikannya. (cw6)