
JAKARTA, JUMAT - Bermacam-macam tanggapan maskapai penerbangan mengenai rencana aksi mogok massal Serikat Pekerja PT Angkasa Pura I Bandara Sepinggan
Balikpapan. Ada yang telah mengantisipasinya, ada juga yang belum tahu. Tetapi maskapai yang mempunyai rute dari dan ke Balikpapan berharap agar mogok tidak terjadi.
Maskapai yang paling responsif adalah Garuda Indonesia. Perusahaan milik negara tersebut akan mempersiapkan diri bila aksi tersebut benar-benar terjadi. Aksi mogok karyawan PT AP I Balikpapan tersebut rencananya digelar pada tanggal 7 Mei hingga 9 Mei mendatang.
VP Communication Garuda, Pujobroto mengatakan, pihaknya tidak berharap aksi mogok ini benar-benar terjadi, tapi kalaupun terjadi Garuda berusaha mengantisipasinya.
Untuk petugas ground handling (pelayanan di darat), kata Pujo, Garuda telah menyiapkan sejumlah orang pada bagian masing-masing. "Kita akan menambahkan tenaga ground handling dari karyawan Garuda
sendiri," kata Pujo.
Sedangkan untuk petugas Air Traffic Controller (ATC) yang tidak bisa digantikan dengan petugas lainnya, menurut Pujo, pihaknya telah melakukan pendekatan dengan para petugas ATC. "Garuda sudah melakukan pembicaraan dengan petugas ATC, pada intinya kami tidak ingin ada aksi mogok di bagian ATC," kata Pujo.
Meskipun mendapat respon positif dari petugas ATC, jelasnya, Garuda sudah tidak bisa mencampuri kewenangan di ATC ini. "Kita hanya bisa berharap mogok ini tidak terjadi," tandasnya.
Namun bila benar-benar terjadi aksi mogok, maka Garuda hanya bisa berharap pada notice to airman (Notam) atau pengumuman yang diberikan pemerintah terhadap penerbangan. "Kalau semuanya mogok ya mestinya ada Notam, nah kita tinggal mengikuti arahan dari Notam itu," kata Pujo.
Akan tetapi rencana mogok tersebut ternyata belum sampai di Sriwijaya Air dan Mandala Airlines. Wakil Presiden Direktur Sriwijaya Air Harwick Lahunduitan mengatakan, pihaknya belum tahu dengan rencana tersebut. "Saya baru tahu sekarang. Langkah selanjutnya ya mungkin kita akan membicarakannya lebih dulu di manajemen," kata Harwick.
Sama dengan Harwick, Secretary Corporate Mandala Air Trisia Megawati juga mengatakan pihaknya belum mengetahui adanya rencana mogok. "Mandala sampai saat ini belum menerima konfirmasi secara tertulis perihal rencana pemogokan Serikat Pekerja AP I untuk tanggal 7 hingga 9 Mei, sehingga kami belum bisa menindaklanjuti permasalahan ini," kata Trisia.
Meski demikian, jelasnya, prinsipnya Mandala akan melakukan kerja sama dengan pengelola bandara dalam mencari solusi yang terbaik seandainya hal ini terjadi. Mudah-mudahan permasalahan yang ada dapat segera diselesaikan dengan baik dan rencana pemogokan yang sudah dicanangkan tidak perlu dilakukan. (Persda Network/Hendra Gunawan)
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |