
KURANG lebih selama satu bulan terpidana mati Bom Bali I Amrozi, akhirnya memutuskan mau rujuk dengan istri pertamanya, Rohmah. Pertimbangan utamanya, adalah lantaran keinginan anak Amrozi, Julia Mahendra hasil perkawinannya dengan Rohmah yang meminta dirinya untuk mau menikah kembali.
Hal ini diungkapkan oleh salah satu karib Amrozi, Ustadz Hasyim dalam perbincangan kepada Persda Network,Rabu (30/4) seusai menemui Amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudera di Lembaga Pemasyarakatan Batu, Nusakambangan Cilacap, Jawa Tengah.
Ustadz Hasyim selama ini kerap mengunjungi para terpidana mati Bom Bali I ini bersama tim pengacara muslim (TPM) termasuk salah seorang anggota TPM Ahmad Michdan. Dalam pertemuannya dengan Amrozi, rencana pernikahan yang semula akan dilakukan pada 10 Mei (Sabtu red), akhirnya diurungkan lantaran setiap hari Sabtu, LP Nusakambangan tidak dibuka untuk umum. Jadwal pun kemudian diubah.
"Setelah berunding dengan Amrozi dan para TPM lain, akhirnya disepakati pernikahan akan dilangsungkan pada 12 atau Senin. Baik Imam Samudera atau Al Gufron, kakak Amrozi juga merestui. Kita belum tahu, apa mas kawinnnya nanti dan siapa yang akan menjadi penghulunya. Yang jelas, pernikahan ulang ini akan dilakukan sederhana di LP Nusakambangan, " papar ustadz Hasyim.
Hasyim kemudian menjelaskan, salah satu alasan Amrozi ingin menikah lagi. "Saya menikah lagi demi Julia, anak saya," katanya seraya menirukan perkataan Amrozi.
Kini, anak Amrozi buah hasil perkawinannya dengan Rohmah itu sudah berusia 20 tahun. Julia kini juga sudah bekerja di Surabaya dan kerap mengunjungi ayahnya di LP Nusakambangan. Amrozi setelah bercerai dengan Rohmah, ibu kandung Julia, kini sudah beristrikan Siti Khoiriyah dan dikaruniai dua anak.
"Istri Amrozi, Siti Khoiriyah dan Rohmah juga sudah setuju. Yang jelas, keluarga serta kerabat menyetujui keinginan Amrozi yang ingin menikahkan kembali istri pertamanya yang sempat dicerainya. Rohmah juga sudah bercerai dengan suaminya," terang ustadz Hasyim.
Tak hanya ingin memenuhi keinginan Julia Mahendra, anak Amrozi, buah perkawinan dengan Rohmah. Akan tetapi, yang juga menjadi alasan utamanya adalah jalan sahid yang dipilih Amrozi.
"Amrozi sudah memilih berjuang secara sahid. Dia (Amrozi red) ingin membawa paling tidak 70 keluarga dekatnya dalam perjuangannya di jalan sahid ke Surga. Salah satu caranya ya menikahkan kembali mantan istrinya sekaligus memenuhi keinginan anaknya itu," jelas ustadz Hasyim.
Namun, Hasyim membantah bila keinginan Amrozi itu terkait dengan makin dekatnya rencana eksekusi mati, termasuk kepada dua terpidana mati bom Bali I lainnya, Ali Gufron dan Imam Samudera.
"Bukan karena alasan itu. Dan yang jelas Amrozi belum tahu rencana itu. Rencana menikah lagi, lebih dikarenakan jalan hidupnya yang berjuang secara sahid," tukas ustadz Hasyim.
Apakah ini berarti, bila saja Amrozi akhirnya divonis mati bagian dari mati sahid? Mengutip pernyataan dari salah seorang terdakwa kasus bom Kuningan, Rois yang divonis mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 13 September tahun lalu. Usai mendengar vonis mati, Rois kemudian menyatakan, merasa bersyukur karena dirinya beserta teman-temannya akan menuju mati sahid.
Namun dengan pertimbangan bahwa pengadilan yang mengadili dirinya adalah pengadilan yang berdasarkan hukum setan, maka dirinya tidak akan pernah menerima putusan tersebut.
"Ini pengadilan setan, sesuai hawa nafsu. Saya tidak kaget dan merasakan pasti seperti ini sejak saya ditangkap. Saya hanya akan menerima hukuman yang ditetapkan oleh Allah," kata Rois, pria berkaca mata dan berjenggot tipis ketika itu. (persda network/rachmat hidayat)
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |