Kadar Karbon Atmosfer Diatur Termostat Alami
Bumi dipotret dari ruang angkasa.
Selasa, 29 April 2008 | 21:19 WIB

JAKARTA, SELASA - Siklus karbon dioksida di Bumi diatur mekanisme alami sehingga kadarnya di atmosfer stabil pada kisaran tertentu. Namun, keseimbangan ini goyah sejak manusia memuntahkan gas rumah kaca begitu banyak ke udara.

Sebagaimana dilaporkan dalam Jurnal Nature Geoscience edisi terbaru, para peneliti telah menemukan bukti-bukti yang menguatkan teori untuk menjelaskan mekanisme siklus karbon dioksida di alam. Teori yang telah lama diyakini ini menggambarkan bahwa karbon yang disemburkan gunung-gunung api akan tersimpan ke darat dalam proses pelapukan batuan sebelum akhirnya tersimpan di dasar laut.

"Banyak orang yang mencoba menolak hipotesis ini, namun penelitian kami untuk pertama kalinya memberikan bukti-bukti yang mendukung hal tersebut," ujar Richard Zeebe, dari Universitas Hawaii, di Honolulu, AS. Bukti-bukti tersebut tergambar dari kadar CO2 pada lapisan es yang terjaga hingga kedalaman 3 kilometer di bawah kawasan Antartika yang disebut Dome Concordia atau Dome C.     

Dari analisis terhadap lapisan-lapisan es hasil pengeboran Epica (European Project for Ice Coring in Antartika) itu, para peneliti menyimpulkan bahwa selama 610.000 tahun, kenaikan kadar karbon dioksida di atmosfer hanya sekitar 22 ppm (bagian permil) meski sempat naik tinggi saat peralihan dari fase glasial (zaman es) ke interglasial. Namun, selama dua abad sejak revolusi industri, kandungannya meningkat menjadi 100 ppm atau 14.000 kali lebih cepat.

"Sungguh mengejutkan begitu seimbangnya antara input karbon dari gunung dan output dari pelapukan batuan. Hal ini menunjukkan adanya sebuah termostat alami yang membantu kestablikan iklim," ujar Zeebe. Sebagai gambaran, dalam sebuah mobil, termostat berfungsi mengatur aliran air untuk menjaga suhu mesin tetap stabil.

Jika mekanisme tersebut tidak terjadi, Bumi mungkin tidak seperti ini. Sistem termostat karbon alami merupakan faktor utama yang mengatur pasokan air untuk mendukung kehidupan di Bumi. Saat ini kita telah membuat sistem tersebut di luar keseimbangan. Pantas kalau sering disebut-sebut bahwa Bumi sedang demam. Apakah ini juga tanda-tanda Bumi juga akan terserang batuk?


WAH
Sumber : BBC
Nilai 5 A A A
Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
defa @ Sabtu, 5 Juli 2008 | 00:00 WIB
walah asep......asep! kekuatan alam untuk memperbaikin diri sendiri juga ada batasnya sep. Kalau alam sudah tidak stabil lagi bencana akan menimpa. Mungkin bagi mereka yang konvesional dan tidak percaya dengan isu pemanasan global, its Ok. Tapi marilah kita mempersiapkan segala hal untuk mencagah sesuatu yang buruk di kemudian hari. keseimbangan alam tetap kita harus jaga.
bjd @ Senin, 26 Mei 2008 | 11:21 WIB
saya sangat kecewa terhadap manusia diseluruh dunia ini yg tidak bisa merespon terhadap keadaan bumi kita yg semakin lama semakin tercemar krn ulah manusia itu sendiri,dan saya harap semoga yg diatas bisa memberikan peringatan kepada setiap manusia utk lebih menyayangi bumi ini dimana tempat kita hidup peace for this earth (michael tsai)
asep @ Minggu, 25 Mei 2008 | 13:33 WIB
alam akan selalu menemukan jalan untuk menjaga dirinya dari kehancuran,nature always find his ways
Je Seargio @ Kamis, 22 Mei 2008 | 11:53 WIB
Um.. What should I say? Um... Well... Jangan pernah sakit hati liat pohon ditebang klo ga pernah nanemnya!! No Talk Do More!! Yang paling penting, kan langkah nyata... Mari"!! ^^v
Suryanto @ Minggu, 18 Mei 2008 | 10:45 WIB
bumi terserang batuk?? lama2 bumi terserang tipes deh... save our earth ! klo tidak kiamat smakin cpt.... tanda2 indo tenggelam 20-30 thn lg jg dah kliatan... betul kt eva... di setiap kota pasti bth yg namanya "taman" masa di jakarta tamannya dikit amt... isa di blg ampir ga ad.... ad tanah kosong dikit...lgs di bangun gedung / perumahan dll ayo bersama2 kurangi kendaraan yg berpolusi...(pke speda klo perlu ikutin beijing ato pke tenaga solar , no bensin) dan juga banyakan taman2 di setiap kota.. kurangi gas rumah kaca jg terutama... our earth in danger.! save it ! or worst ! all hope is in human hand ...^^
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile44
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort