
JAKARTA, SENIN - Rumah susun sederhana milik atau rusunami bukanlah instrumen investasi properti yang tepat. Oleh karena itu, pembeli dari kalangan nonsubsidi seyogianya tidak memborong rusunami untuk alasan investasi.
Dalam penelitian konsultan properti, PT Procon Indah, disebutkan, aturan yang membatasi pemindahan kepemilikan rusunami dalam lima tahun menjadikan rusunami tidak tepat untuk investasi. Selain itu, setiap lima tahun muncul produk baru yang lebih menarik sehingga produk lama akan turun nilainya.
Junior Executive Strategic Advisory Procon Indah Sacha Amaruzaman menyatakan, pembelian oleh konsumen nonsubsidi hanya akan mempersempit kesempatan kalangan menengah ke bawah untuk memiliki hunian.
”Ada satu proyek apartemen bersubsidi yang 40 persen pembelinya investor. Ini kontradiktif dengan tujuan pembangunan rusunami yang dimaksudkan bagi penghuni akhir (end-user),” katanya di Jakarta, Senin (28/4).
”Serbuan” investor tersebut, menurut Sacha, karena tidak ada regulasi yang mengenai aturan komposisi pembelian unit rusunami. Akibatnya, pembangunan rusunami tidak tepat sasaran.
”Belum ada pembatasan. Bagi pembeli nonsubsidi harganya hanya dimahalkan 10 persen, yang sebenarnya merupakan Pajak Pertambahan Nilai,” ujarnya.
Selain itu, kata Sacha, harga rusunami harus ditinjau lagi. Bagi masyarakat berpenghasilan maksimal Rp 4,5 juta per bulan, porsi cicilan hingga 30 persen dari penghasilan akan memberatkan.
Direktur Penasihat Strategis Procon Indah Utami Prastiana mengatakan, dari empat proyek rusunami yang diluncurkan kuartal I-2008, unit yang telah terjual 76,03 persen. Empat rusunami itu adalah Gateway, Ciledug; Gading Nias, Kelapa Gading; Eastpark, Jakarta Timur; dan Taman Moderen, Tangerang.
Procon memprediksi 5.249 unit rusunami lain yang diserahterimakan pada akhir 2008, yakni Prima Regency, Pulo Gebang; Citypark, Cengkareng; Cibubur Comfort, Cibubur; dan Taman Moderen, Tangerang.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |