Gus Dur Mengaku Jadi Korban Salah Tembak
Minggu, 27 April 2008 | 21:19 WIB

SURABAYA, MINGGU  - Ketua Umum Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengakui dirinya telah menjadi sasaran tembak yang dilakukan orang tak dikenal dengan menembak rumahnya.

"Doakan saya selamat, karena saya ditembak. Untung, kaca rumah di Ciganjur yang kena, tapi berlobang, nanti sasarannya ke saya juga, sehingga banyak tentara dan polisi yang datang ke rumah," katanya di hadapan pengurus PKB, NU, dan beberapa ulama di Surabaya, Minggu (27/4) petang.
     
Dalam sambutan pada perkenalan pasangan Cagub-Cawagub Jatim DR H Achmady-Brigjen TNI (Purn) Suhartono SH, ia mengawali cerita tentang sikap kritis PKB dalam mencemarti hasil Pilkada di Kudus, Jawa Barat, dan Sumatera Utara yang penuh dengan kebohongan.
     
"Negara kita penuh dengan kebohongan dan PKB yang berani mengatasinya. Rumah saya pun ditembak agar saya takut. Di Kudus itu tiap pemilih dibayar Rp5.000 per-kepala, tapi KPU diam saja, karena itu saya minta diproses ke pengadilan," katanya.
     
Hal yang sama, katanya, juga terjadi dalam Pilkada di Jabar dan Sumut. "Di Jabar ada 900.000 pemilih tak didaftar KPU, karena itu golput di Jabar mencapai 55,5 persen lebih," katanya.
     
Menurut mantan presiden itu, Indonesia tidak bisa dibangun dengan ketidakjujuran dan kebohongan, karena sikap seperti itu sudah terbukti membuat Indonesia mengalami krisis berkepanjangan, terutama krisis kepercayaan rakyat kepada pemerintah.
     
"Tapi, saya juga membenahi PKB, karena itu ada 40 DPC yang sudah saya bekukan, karena PKB nggak boleh dibangun dengan kebohongan. Alhamdulillah, sekarang sudah mulai ada perbaikan secara perlahan," katanya.
     
Dalam kaitan PKB itu, Gus Dur menyebut Muhaimin Iskandar sebagai pihak yang memaksa terselenggaranya MLB. "Kita hanya melayani. Kita pegang AD/ART PKB bahwa kendali tertinggi ada pada DPP dan DPP yang dimaksud adalah Dewan Syuro. Kita ingin mempertahankan aturan main itu, karena itu kita selenggarakan MLB," katanya.
     
Di hadapan pengurus PKB, NU se-Jatim, dan beberapa ulama, di antaranya KH Muhammad Ahmad Al-Hammad (Gresik), KH Chotib Umar (Jember), dan sebagainya, ia mengatakan Muhaimin telah melakukan kebohongan dengan menyatakan dukungan Dewan Syuro.
     
"Kalau dia mengaku didukung Dewan Syuro itu bohong, Dewan Syuro yang mana. Kalau Dewan Syuro yang nggak ngerti urusannya itu menipu," katanya.
     
Dalam kesempatan itu, Pj Ketua Umum DPP PKB H Ali Masykur Moesa mengakui Gus Dur selaku Ketua Dewan Syuro merupakan pihak yang paling berhak atas PKB.
     
"Karena itu, MLB yang digelar Gus Dur merupakan MLB yang tepat. Untuk itu, kita undang Muhaimin untuk memberikan penjelasan, kalau dia salah dan minta maaf ya akan kita maafkan," katanya.


SAS
Sumber : Antara
Share on Facebook
A A A
Ada 9 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Bartholomeus Badar @ Senin, 28 April 2008 | 12:08 WIB
Bangkit PKB. Sebagai Partai modern maka beda pendapat sesuatu yang wajar, tapi urusan tembak menembak apalagi terhadap mantan Presiden, urusan bisa panjang. Kemungkinan besar Gus Dus tak akan takut dengan hal itu tapi Pengurus PKB versi beliau akan kewalahan. Sukses Guru Bangsa, sukses wakil ketua DPR, damai itu mahal.
Beni Widjonarko @ Senin, 28 April 2008 | 12:03 WIB
Gus Dur, anda sebaiknya jadi guru bangsa saja. Tinggalkan politik, tinggalkan PKB. Semakin anda ikut ngurus, semakin PKB jadi nggak karu-karuan. Anda sering ngomong tanpa bukti, apa itu bukan kebohongan. Kalau anda bilang orang lain, bakhan pemerintah bohonh, sebenarnya anda sedang mengatakan bahwa anda itulah yang berbohong. Ingat anda sudah uzur loh, 68 tahun. saatnya momong cucu dan menikmati hari tua. Ok?
den mazz @ Senin, 28 April 2008 | 08:56 WIB
bagus lah kalo nggak bohong, masalahnya sekarang apa yang disampaikan bung dur orang tetep menganggpnya bohong. Susah kan....... hehehe
gus LAW @ Senin, 28 April 2008 | 04:02 WIB
GUS DUR :" I am the LAW "
killer queen @ Senin, 28 April 2008 | 02:43 WIB
emangnya pemilu kapan sih?
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1