PALU, JUMAT - Luapan air Sungai Palu yang menerjang empat kelurahan di Palu sejak Kamis (24/4), hingga Jumat malam masih menggenangi rumah warga. Tinggi genangan air yang bercampur lumpur berkisar sebatas lutut hingga pinggang orang dewasa.
Menurut pentauan Jumat (25/4), sebagian warga mulai diserang gatal-gatal. ''Warga saya saja sudah ada lebih 20-an yang menderita gatal-gatal. Ini karena air yang menggenangi rumah warga, bercampur lumpur. Tapi sudah ada petugas yang datang memberi pengobatan,'' ujar Rudi Irad, Ketua RW I Kelurahan Baru.
Sejak Jumat Pagi, petugas dari sejumlah Puskesmas sudah mulai mendatangi warga. Selain memeriksa, petugas kesehatan juga memberi pengobatan.
Kendati sebagian warga masih bertahan di rumah masing-masing, tapi sejak Kamis malam, sejumlah tenda darurat untuk pengungsian sudah dipasang di sejumlah tempat. Petugas dari kepolisian dan TNi juga berjaga-jaga di sejumlah lokasi.
Sementara itu, bantuan dari berbagai pihak sudah mulai berdatangan sejak Jumat Pagi. Bantuan antara lain dari Perusahaan Daerah Palu, Pemilik Mal Tatura, dan berbagai pihak. Total bantuan sekitar 1.000 kg beras, 600 bungkus nasi, obat-obatan, dan air minum.
Banjir di empat kelurahan di Palu akibat meluapnya Sungai Palu. Hulu Sungai Palu berada di Lariang dan sebagian anak Sungai Lariang mengalir ke Sungai Palu. Akibatnya, kendati di Palu tidak hujan, bila daerah hulu hujan, air menggenangi permukiman warga yang berada dalam radius 500 meter di sepanjang sisi kiri dan kanan bantaran Sungai Palu.