
LUBUK PAKAM, JUMAT - Aparat Kepolisian Resor Deli Serdang menyita lembar jawaban 284 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Lubuk Pakam, Deli Serdang. Lembar jawaban mata pelajaran Bahasa Inggris itu dipakai sebagai salah satu barang bukti penyelidikan kecurangan ujian nasional.
"Lembar jawaban itu sudah keluar dari tempatnya tanpa segel. Para guru kedapatan membetulkan soal siswa. Mau tidak mau, lembar jawaban ini kami pakai sebagai barang bukti," tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Deli Serdang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ruruh Wic aksono, Jumat (25/4).
Selain 15 lembar amplop jawaban, polisi juga menyita sejumlah alat tulis berupa pensil, penghapus, peruncing pensil, dan penggaris berlubang. "Semua barang bukti ini kami pakai sebagai bahan untuk menyusun berita acara tindak pidana yang mereka lakukan. Ini persoalan rahasia negara yang bocor," katanya.
Untuk kasus ini, polisi menetapkan 16 guru dan seorang kepala sekolah sebagai tersangka karena diduga kuat melanggar pasal 263 (perihal pemalsuan surat) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara. "Sore ini (Jumat (25/4) kami memanggil kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang dan Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Lub uk Pakam," katanya.
Kepala sub Dinas Program Dinas Pendidikan Sumut Rosmawati Nadeak mengatakan, mereka harus mengulang pada hari Selasa (29/4). Dinas Pendidikan Sumut, katanya, sudah menerima pengakuan adanya pembetulan lembar jawaban dari pihak SMA 2 Lubuk Pakam.
"Mereka tidak percaya diri dengan hasil UN. Lalu mereka dengan terus terang ingin membantu siswanya," tutur Rosmawati. Soal susulan yang dihadapi siswa nanti, katanya, berbeda dengan soal yang mereka hadapi pada saat ujian sebelumnya. Dinas Pendidikan Sumut mencetak soal baru untuk mereka yang melaksanakan ujian susulan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Deli Serdang Sofyan Marpaung mengatakan, penyelidikan kecurangan di SMAN 2 Lubuk Pakam dia serahkan ke pihak kepolisian. Sofyan menyayangkan kejadian itu seraya mendukung proses hukum yang sedang berjalan.
Di lokasi sekolah, para siswa tidak bersedia dimintai keterangan sedikitpun. Begitupun para guru yang ada di sekolah itu. Kepala Sekolah SMAN 2 Lubuk Pakam Ramlan Lubis menyatakan, langkah guru membetulkan lembar jawaban siswa karena ingin membantu siswa.
"Kami kasihan pada mereka (siswa). Saat mengerjakan soal Bahasa Inggris pensil mereka tidak bergerak tanda tidak bisa mengerjakan," katanya.
Ramlan mengatakan, latar belakang orangtua siswa itu umumnya anak petani dan buruh kebon yang tidak mampu. Bagi orang Jakarta, tuturnya, soal UN tidak terlalu sulit. Namun bagi siswa SMAN 2 Lubuk Pakam, katanya, soal Bahasa Inggris itu sangat sulit.

LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |