
JAKARTA, KAMIS - Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibjo membantah adanya kebocoran soal Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Umum (SMU). Diakui oleh Bambang Sudibjo, bahwa memang ada laporan kebocoran soal-soal UN, akan tetapi setelah dicek oleh Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional, ternyata laporannya itu palsu.
"Jadi, tidak ada kebocoran," tandas Bambang, menjawab pers, seusai mendampingi Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla meninjau persiapan pelaksanaan UN di SMU Pelita III dan SMU Negeri 36 Jakarta Timur, Kamis (24/4).
Bambang menegaskan, jika terjadi kebocoran, Depdiknas akan bersikap keras untuk menindak guru, kepala sekolah ataupun kepala dinas pendidikan, yang membocorkan soal UN. "Tahun lalu, guru, kepala sekolah dan kepala dinas yang melakukan kecurangan dan terbukti, mereka terkena sanki. Bahkan, ada yang kita copot untuk menjaga integritas UN," tambah Bambang.
Wapres Kalla sebelumnya juga menyatakan, kalaupun ada, tingkat kebocoran itu pasti minim. "Akan tetapi, mudah-mudahan saja tidak ada," lanjut Wapres Kalla.
Tentang peran guru, kepala sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan yang ditengarai ikut membantu siswa-siswa agar sekolah dan wilayahnya mendapat akreditisasi baik, Wapres Kalla mengakui bisa saja terjadi di mana pun. "Akan tetapi, dengan pengawasan yang ketat seperti sekarang ini, guru dan lainnya bisa apa? Guru-guru pengawas kan, juga sistemnya disilang. Jadi, tidak mungkin guru-guru itu bisa membantu muridnya lagi. Apalagi ada pengawas independen," kata Wapres.
Wapres menegaskan boleh saja guru, kepala sekolah dan kepala dinas mengejar tingkat kelulusan siswanya sampai 100 persen. "Akan tetapi, berupaya-lah dengan bagaimana caranya meningkatkan kemampuan siswa mengerjakan soal, apakah dengan guru atau dengan bimbingan belajar, dan berdoa. Akan tetapi jangan dengan cara yang kotor. Karena, tidak ada cara lain untuk seperti itu (berbuat curang) kalau bertekad mau jujur," lanjut Wapres.

LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |