Mendiknas Bantah Soal UN Bocor
Kecurangan yang terekam kamera dalam Ujian Nasional
Video
Kamis, 24 April 2008 | 12:16 WIB

JAKARTA, KAMIS - Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibjo membantah adanya kebocoran soal Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Umum (SMU). Diakui oleh Bambang Sudibjo, bahwa memang ada laporan kebocoran soal-soal UN, akan tetapi setelah dicek oleh Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional, ternyata laporannya itu palsu.

"Jadi, tidak ada kebocoran," tandas Bambang, menjawab pers, seusai mendampingi Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla meninjau persiapan pelaksanaan UN di SMU Pelita III dan SMU Negeri 36 Jakarta Timur, Kamis (24/4).

Bambang menegaskan, jika terjadi kebocoran, Depdiknas akan bersikap keras untuk menindak guru, kepala sekolah ataupun kepala dinas pendidikan, yang membocorkan soal UN. "Tahun lalu, guru, kepala sekolah dan kepala dinas yang melakukan kecurangan dan terbukti, mereka terkena sanki. Bahkan, ada yang kita copot untuk menjaga integritas UN," tambah Bambang.

Wapres Kalla sebelumnya juga menyatakan, kalaupun ada, tingkat kebocoran itu pasti minim. "Akan tetapi, mudah-mudahan saja tidak ada," lanjut Wapres Kalla.

Tentang peran guru, kepala sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan yang ditengarai ikut membantu siswa-siswa agar sekolah dan wilayahnya mendapat akreditisasi baik, Wapres Kalla mengakui bisa saja terjadi di mana pun. "Akan tetapi, dengan pengawasan yang ketat seperti sekarang ini, guru dan lainnya bisa apa? Guru-guru pengawas kan, juga sistemnya disilang. Jadi, tidak mungkin guru-guru itu bisa membantu muridnya lagi. Apalagi ada pengawas independen," kata Wapres.

Wapres menegaskan boleh saja guru, kepala sekolah dan kepala dinas mengejar tingkat kelulusan siswanya sampai 100 persen. "Akan tetapi, berupaya-lah dengan bagaimana caranya meningkatkan kemampuan siswa mengerjakan soal, apakah dengan guru atau dengan bimbingan belajar, dan berdoa. Akan tetapi jangan dengan cara yang kotor. Karena, tidak ada cara lain untuk seperti itu (berbuat curang) kalau bertekad mau jujur," lanjut Wapres.



Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
A A A
Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
kevin A.M @ Kamis, 24 April 2008 | 20:57 WIB
UN merupakan tindakan pemerintah yang tidak rasional. perbandingan apa yang dipakai oleh pemerintah dalam menaikan standar kelulusan UN. sMakin tinggi standar kelulusan, semakin banyak bocoran beredar. Hampir semua sekolah memiliki bocoran jawaban! mengapa soal UN bisa bocor? Apakah kelalaian pemerintah atau usaha sampingan pemerintah? tapi entah bgmn nsb indns klo gak ada bocoran! mungkn gedung DPR/MPR akan hilang diamuk jutaan pljr yg gak lulus! Harusnya pemerintah mendengarkan asprsi PELAJAR!
benny @ Kamis, 24 April 2008 | 17:58 WIB
untuk soal ujian aja oknum yang melakukan rela menjual soal-soal ujian demi koleganya agar mendapat NILAI yang BAGUS.. apalagi kalau cari kerja yang KERJA yang BAGUS, wah saya mau donk...siapa tau aja bisa jadi direktur atau menteri..
kiki @ Kamis, 24 April 2008 | 16:59 WIB
mana mungkin soal Un tidak bocor... Buktinya, di daerah saya saja banyak beredar kunci-kunci jawaban yang ternyata betul ketika dicocokkan dengan soal UN...Ada juga oknum guru yang menjual soal UN kepada siswa2nya... Bahkan, saya sempat mendengar di angkutan umum seorang siswa berkata demikian kepada temannya:"UN kok ga kaya UN, cuma kaya maen2 doang!!" Bagaimana standar negara kita mampu menyaingi negara2 lain kalau UNnya saja seperti ini!!
liza @ Kamis, 24 April 2008 | 14:26 WIB
betul sekali banyak Soal-soal yang bocor untuk tahun ini.!!! dan saya mengharapkan pemerintah lebih tegas menanggapinya dengan cara setiap sekolah ditinjau oleh para depdiknas/pengawas dari pemerintah....terimakasih....
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Pemerintah memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan r...
;
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort