Tionghoa-Minyak Beroperasi Hati-Hati di Venezuela
Luo Qifeng
Kamis, 24 April 2008 | 08:11 WIB

Laporan Marijke van den Berg dari Caracas

Semua yang berkaitan dengan minyak adalah politik di Venezuela. "Warga Tionghoa di sini sangat makmur," kata Argenis Hernández, orang Venezuela yang bekerja untuk perusahaan China Petroleum Venezuela Technical Services.

Perusahaan yang beroperasi berdasarkan kontrak perusahaan minyak Venezuela ini melakukan pengeboran percobaan. Sebagai kepala operasi dan marketing, Argenis Hernández berada pada jabatan tinggi. "Orang-orang Tionghoa percaya pada kami orang Venezuela. Buktinya saya bisa sampai pada jabatan tinggi ini," kata Hernández.

Presiden Hugo Chávez sangat berharap China membeli sebanyak mungkin minyak Venezuela. Dengan begitu negaranya tidak perlu tergantung lagi pada Amerika. Amerika itu 'setan', demikian Chávez berpidato di depan Majelis Umum PBB di New York. Tapi di balik ucapan itu, Venezuela masih mengekspor 65% minyaknya ke Amerika, negeri si 'setan.'

Itu membuat Chávez rentan, karena perekonomian Venezuela sangat bergantung pada dolar. Lebih dari itu Chávez ingin memperbaharui teknologi minyaknya, di sinilah ia mengharapkan bantuan China. Sampai sekarang tidak banyak minyak Venezuela dijual ke China. Menurut sumber-sumber tertentu, ekspor minyak Venezuela ke China berkisar antara 160 ribu sampai 200 ribu barel per hari. Sedangkan ekspor Venezuela ke China mencapai 1,5 juta barel per harinya.

Bagaimana bisa begitu? Hernández tidak menjawabnya. "Itu pertanyaan politis, sebaiknya ditanyakan kepada atasan saya saja." Jawaban semacam ini menggarisbawahi betapa peka hubungan Venezuela dengan China. Topik China memang membelah masyarakat Venezuela dalam dua kubu yang bertentangan satu sama lain. Di satu pihak ada kalangan Chávistas, pendukung presiden Hugo Chávez yang tidak ingin ada masalah dengan China. Di pihak lain ada kalangan oposisi yang membandingkan campur tangan China dalam industri minyak dengan impor barang murah China. Keduanya bermutu jelek dan tidak ada hal baik yang dihasilkannya.

Atasan Hernández ternyata seorang Tionghoa pemalu. Namanya Luo Qifeng dan sudah bekerja selama delapan tahun di Venezuela. Selama tiga bulan berturut-turut ia berada di Venezuela dan tiga bulan kemudian ia kembali ke keluarganya di China. Menurutnya ia tidak menetap di Venezuela, ia hanya bekerja di sana. Bahasa Spanyolnya juga tidak lancar, wawancara dengannya pun berlangsung dalam bahasa Inggris patah-patah.

Bagaimana bisa begitu? Ternyata Luo Qifeng tidak betah bekerja di Venezuela. Negeri itu terlalu tidak aman baginya. Karena itu kompleks tempat tinggalnya dijaga ketat, di sana ia tinggal bersama sekelompok orang Tionghoa lain. Sebagai 'Tionghoa Minyak,' Luo Qifeng jelas berseberangan dengan rekan-rekan sebangsanya yang membuka toko-toko kelontong atau restoran kecil. Luo Qifeng tidak mau berintegrasi. Ia datang ke Venezuela untuk mencari rejeki.

Tetapi upaya cari rejeki itu tidak terlalu lancar. Perusahaannya tidak bisa meraup banyak kontrak. Satu kontrak yang digenggamnya dari perusahaan nasional minyak Venezuela, PdVSA, tidak mendatangkan banyak pekerjaan. Kadang-kadang perusahaan minyak lain memberinya pekerjaan, tetapi perusahaan negara terpenting Venezuela tidak memedulikannya.

Itulah anehnya. Ketika Presiden Chávez sudah begitu berdekat-dekatan dengan China, seharusnya perusahaan China memperoleh banyak peluang di Venezuela. Luo tidak bersedia bereaksi. "Itu terlalu politis," katanya. Ia hanya menambahkan sebagian kontrak tetap jatuh ke tangan perusahaan Amerika.

"China memang butuh minyak, tetapi minyak Venezuela terlalu mahal," kata Luo. Ia tidak hanya menunjuk tingginya biaya pengangkutan minyak yang butuh waktu 40 hari untuk bisa mencapai China, tetapi ketidakpastian yang dialami dunia usaha dengan Hugo Chávez sebagai presiden Venezuela. Di sini Luo Qifeng tiba-tiba menjadi terbuka. "Perusahaan induk di China sudah mengingatkan supaya saya berhati-hati menerima kontrak di Venezuela. Situasi politik bisa begitu saja mengubah semuanya," katanya.



Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile237
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort