Indonesia "Kendalikan" Siklon Tropis Durga
Analisis dan prakiraan lintasan siklon tropis Durga. Daerah yang diberi warna oranye merupakan daerah yang mengalami cuaca buruk akibat pengaruh siklon tropis Durga.
Rabu, 23 April 2008 | 23:02 WIB

JAKARTA, KAMIS - Untuk pertama kalinya, Indonesia memberi nama badai atau sikon tropis yang terbentuk dekat garis khatulistiwa (ekuator). Siklon tropis Durga adalah nama yang dipilih untuk siklon yang terbentuk di perairan barat daya Bengkulu pada Rabu (23/4) pukul 07.00 WIB.

Siklon Tropis Durga terbentuk di Samudera Hindia sekitar 1.000 kilometer dari Kota Bengkulu tepatnya pada 9,2 derajat Lintang Selatan (LS) dan 95,1 Bujur Timur (BT). Saat ini, siklon beregrak ke arah timur-tenggara menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan 11 kilometer perjam.

Munculnya Siklon Tropis Durga hanya berselang kurang dari sebulan sejak Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis Jakarta atau Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta resmi beroperasi pada 24 Maret 2008 bersamaan dengan Hari Meteorologi Dunia. Lembaga tersebut dibentuk Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) setelah Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menunjuk Indonesia untuk memantau dan memberikan peringatan dini terhadap badai yang terbentuk pada daerah antara 90-125 derajat Bujur Timur (BT) dan 0-10 derajat Lintang Selatan (LS).

Penamaan siklon tropis dengan nama tokoh pewayangan yang khas Indonesia merupakan kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia dan tercatat dalam sejarah komunitas meteorologi dunia. Dengan sistem komunikasi yang telah terintegrasi secara global, informasi siklon tropis dari Indonesia secara cepat tersebar ke seluruh dunia. TCWC melaporkan hasil analisis secara berkala terhadap siklon tropis di sekitar Indonesia dalam situsnya.

Apalagi, siklon tropis lebih banyak terbentuk di luar wilayah tanggung jawab Indonesia meskipun dampaknya dapat mempengaruhi cuaca dan gelombang di Indonesia. Siklon tropis yang terbentuk di wilayah tanggung jawab Indonesia relatif kecil, hanya 1-2 buah per tahun. Dari catatan selama 21 tahun (1964-2005) siklon tropis di wilayah ini lebih banyak terjadi pada bulan Desember. Kejadian pada bulan April pernah terjadi 14 kali.

Siklon tropis atau juga dikenal dengan angin topan merupakan pusaran angin yang sangat kuat yang kecepatannya dapat mencapai 120 kilometer per jam atau lebih. Seperti namanya, siklon tropis terbentuk di daerah tropis dan terjadi di lautan yang hangat. Adanya siklon tropis dapat menyebabkan terjadinya hujan deras dan gelombang laut yang tinggi, pada daerah yang dilalui dan daerah di sekitarnya.


WAH
Sumber : BMG
Nilai 2.33 A A A
Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Dody Hartono @ Kamis, 19 Juni 2008 | 18:36 WIB
boleh juga tuh
by you @ Kamis, 29 Mei 2008 | 12:48 WIB
wah, kalo ada badai lagi boleh nggak kasih ide nama... 1. Badai Laksmi 2. Badai Sri 3. Badai Ali
qchoy @ Senin, 19 Mei 2008 | 21:33 WIB
hmmm... boleh juga. Maju terus BMG Indonesia...!!!
cahyo @ Kamis, 15 Mei 2008 | 06:54 WIB
coooll...kalo..bisa..terus..beri.nama..sekalian..badai..kecil..!
ariefcute.blogspot.com @ Senin, 12 Mei 2008 | 15:14 WIB
hhmm...keren..kereeenn
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile89
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort