Bibit Badai Tropis Terbentuk di Barat Daya Sumsel
Posisi bibit badai tropis yang dipantau BMG pada Senin (21/4) pukul 23.55 WIB.
Senin, 21 April 2008 | 23:55 WIB

JAKARTA, SENIN - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) melaporkan terdapat bibit badai tropis yang sedang tumbuh di sebelah barat daya Sumatera Selatan. Hal tersebut ditandai dengan terdeteksinya daerah tekanan rendah 1.001 hpa (hektopascal) yang diprediksi sebagai bibit badai tropis.

Staf BMG bagian cuaca Ida Pramuardani di Jakarta, Senin (21/4), yang mengutip Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta mengatakan, pada Senin pukul 19.00 WIB, depresi tropis diperkirakan berada pada 780 kilometer sebelah barat daya Bengkulu dan 970 kilometer sebelah barat daya Tanjung Karang. Bibit badai tropis itu bergerak ke arah selatan barat daya dengan kecepatan 17 kilometer per jam.

Kondisi ini mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di pesisir barat dan selatan Sumatera, Banten, Jawa Barat dan Pesisir selatan Jawa Tengah. Selain itu, gelombang dengan ketinggian tiga meter atau lebih terjadi di Perairan sebelah Barat Sumatera bagian Selatan hingga Perairan sebelah Selatan Jawa Barat.

Status Siaga Depresi Tropis berlanjut untuk daerah Kodya Tangerang, Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang, Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Bandung, Bogor, Ciamis, Cianjur, Garut, Kodya Bandung, Kodya Bogor, Kodya Sukabumi, Majalengka, Purwakarta, Sukabumi, Sumedang, Tasikmalaya, Kodya Bandar Lampung, Lampung Barat dan Lampung Selatan.

Sedangkan status Waspada Depresi Tropis berlanjut untuk daerah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Bekasi, Cirebon, Indramayu, Karawang, Kuningan, Subang, Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Temanggung dan Wonosobo.

Data lengkap Depresi Tropis pada pukul 19.00 WIB itu yakni, pusat siklon berada pada sekitar 8,6 derajat Lintang Selatan (LS) dan 97,1 derajat Bujur Timur (BT). Pergerakan terakhir menuju selatan barat daya dengan kecepatan 17 kilometer per jam dengan tekanan di pusat sebesar 1.004 hektopaskal sehingga kecepatan angin maksimum 55 kilometer per jam. Disebutkan juga, hasil analisis citra satelit 22 April 2008 jam 7.52 WIB, tutupan awan hujan terkonsentrasi di pesisir barat Sumatera dan Sumsel, Jabar dan Jateng serta Kalteng dan Kalsel yang berpotensi hujan merata di wilayah itu.


WAH
Sumber : Antara
A A A
Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Sapa yah @ Selasa, 1 Juli 2008 | 13:57 WIB
wah kalau msh bibit lebih baik kita cabut ramai2 biar gak bisa berkembang!!!!!! Mari gotong royong spt kerja bakti di lingkungan RT buat membrantas bibit ini
jalurduit @ Kamis, 12 Juni 2008 | 15:33 WIB
Yang namanya bibit belum pasti jadi, apalagi pupuk sekarang mahal. Mudah-mudahan bibit badai jadi tambah kerdil
Hafid @ Minggu, 1 Juni 2008 | 21:25 WIB
wah ini harus segera diatasi kalau nggak bisa bahaya
edo @ Kamis, 24 April 2008 | 12:38 WIB
Jangan terlalu kuatir lah, belum tentu bibit badai ini berakhir menjadi bada kan...dan sekalipun jadi badai, belum tentu badai ini lepas di daratan, bisa aja berakhir tetap di lautan hindia..berdoa dan berjaga-jaga tetap perlu sih :)
Real @ Rabu, 23 April 2008 | 21:00 WIB
Mumpung masih bibit, sebaiknya pemerintah segara menanggulanginya supaya tidak tumbuh menjadi besar dan menyakiti kita-kita!!! Bbbetul......
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile89
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort