Parpol tak Bermutu Akan Ditinggalkan
Senin, 21 April 2008 | 19:30 WIB

JAKARTA, SENIN-Pemilihan langsung kepala daerah atau Pilkada memberikan pelajaran penting bagi partai politik dan masyarakat untuk terus meningkatkan penampilan dan kemampuan dirinya untuk dipilih dan memilih. Partai politik yang tidak meningkatkan kualitas dan performa dirinya, cepat atau lambat akan ditinggalkan oleh massa pemilihnya.

Sebaliknya, jika masyarakat tidak meningkatkan kualitas dan kedewasaannya memilih figur yang baik dan tepat, masyarakat sendiri yang mengalami kerugian dalam jangka waktu tertentu. Hal itu disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulah, Ciputat, Jakarta, menjawab Kompas, seusai bertemu dengan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Senin (21/4) sore.            

Jika kemarin-kemarin, baik parpol maupun masyarakat masih euforia demokrasi dengan adanya pilkada, di masa datang parpol dan masyarakat harus belajar semakin kritis, pintar dan dewasa. "Jika salah memilih, rakyat sendiri yang konyol dan rugi sendiri. Sebaliknya, jika partai tak perform, dia akan segera ditinggalkan," ujar Komaruddin.

Menurut Komaruddin, parpol sebenranya fenomena institusi modern. Dalam sistem demokratisasi, selain dibutuhkan parpol yang kuat, juga parpol yang rasional. Namun, parpol di Indonesia justru mengandalkan massa pengikut. "Selama ini, yang punya massa pengikut di parpol justru tokoh-tokoh kharismatik dan para ulama. Tanpa dukungan massa, parpol tidak akan menjadi besar," tambah Komaruddin.

Akan tetapi, lanjut Komaruddin, sekarang ini terjadi pertentangan nilai dalam parpol. Partai modern yang seharusnya rasional, justru massa pendukungnya adalah massa yang komunal dan tradisional. "Inilah proses yang harus dilalui oleh para parpol. Pilkada benar-benar telah memberikan pembelajaran," lanjut Komaruddin. (HAR)


Suhartono
Share on Facebook
A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
asfarfaturusi @ Senin, 21 April 2008 | 22:23 WIB
bermutunya sebuah partai, dilihat dari managemen dan kepemimpinan parpol itu sendiri, jika dalam management dan kepempinan dinternal belum dapat berjalan secara demokrasi, bagaimana masyarakat dapat memberi perhatian untuk memusatkan pilihannya terhadap apa yang menjadi cita-cita partai tersebut,diinternal nya sendiri belum mampu diorganisir, bagaimana mengoranisir dalam jumlah besar" Masyarakat" jadi pendapat parpol tak bermutu akan ditinggalkan masyarakat oleh kami sangat benar.
Gustaf @ Senin, 21 April 2008 | 21:02 WIB
Demokrasi di Indonesia, sebenarnya demokrasi ragu-ragu. Semua bersifat spekulasi, sehingga essensi demokrasi itu sendiri akhirnya pudar ketika mereka telah menggenggam demokrasi itu. Saya kira penyebab utama adalah kemiskinan. Selama ekonomi kita belum kuat maka demokrasi belum bisa maksimal. Semua berorientasi mengail di air keruh. Tetapi, hai para politisi......!!! Waspadalah.... rakyat kini telah sadar bahwa dan kejayaan dan kekayaanmu yang mendadak adalah kekecewaan mereka. Camkan itu!!!!!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1