Sejak 2-3 tahun silam, Ghea Panggabean rajin menggelar fashion show untuk memperingati Hari Kartini. Ini bermula dari teman-temannya yang setiap tanggal 21 April, sibuk mencari busana untuk menghadiri peringatan Hari Kartini.
Tanggal 20 April 2008, perancang yang pernah mendapatkan Piala Kartini dalam acara Lady Achievement Award tahun 1994 ini kembali mengadakan pagelaran busana dengan tema Lintas Generasi Kartini, di mal Grand Indonesia.
Peragaan dibuka dengan pembacaan surat Kartini oleh Cornelia Agatha, yang mengenakan busana marun dan celana legging warna senada dengan bordir emas khas Sumatera Barat di bagian dada, ujung lengan dan kaki.
Kali ini, Ghea mengeluarkan 25 busana koleksinya yang diperagakan oleh para model dan selebriti, termasuk Cornelia Agatha, Wulan Guritno, Sophia Latjuba, dan Marcella Zalianty. Inspirasi dari beberapa gaun yang terakhir ditampilkan berasal dari batu pirus warna turqois dari Timur Tengah, yang juga diperagakan di Islamic Fashion Festival di Dubai beberapa waktu lalu.
"Semua busana dikemas secara modern. Busana yang ditampilkan hari ini terinspirasi dari kekayaan budaya di seluruh Indonesia, antara lain dari Sumatera Barat, Bali, batik Lasem, dan ada pula kebaya Kartini yang berwarna putih," tutur Ghea yang selalu menyediakan kebaya putih setiap Hari Kartini.
Secara tidak langsung, lewat busana yang diciptakannya Ghea ingin berterima kasih pada Kartini yang telah memperjuangkan emansipasi wanita, sehingga membuat perempuan Indonesia kini bisa menemukan jati dirinya sendiri melalui pekerjaan atau aktivitasnya.
"Misalnya, Cornelia Agatha bisa membaca puisi walaupun dia pemain sinetron, Sophia Latjuba menjadi seorang ibu, model sekaligus penyanyi, dan saya sendiri menjadi desainer," terang perancang busana yang telah 30 tahun konsisten berkarya dengan mengambil inspirasi budaya ini.