Golkar Siap Sandingkan Kalla-Hidayat dalam Pilpres
Hidayat Nur Wahid dan Jusuf Kalla.
Kamis, 17 April 2008 | 16:31 WIB

JAKARTA, KAMIS - Menyusul rentetan kekalahan pada sejumlah pemilihan kepala daerah, Partai Golkar sibuk melakukan konsolidasi agar kesialan itu tak terulang, khususnya pada Pemilihan Presiden 2009. Untuk itu partai kuning berlambang pohon beringin ini sudah menyiapkan empat opsi untuk memuluskan kemenangan pada pilpres mendatang.

Salah satu yang menarik adalah opsi ketiga yang diungkapkan oleh Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budisantoso, Kamis (17/4). Ia mengaku bahwa Partai Golkar memiliki opsi untuk berkoalisi dengan partai Islam.  "Pertama, mempertahankan duet Yudhoyono-Kalla, kedua, jalan sendiri kalau Golkar nantinya punya suara signifikan. Ketiga, berkoalisi dengan partai Islam, dan keempat berkoalisi dengan PDIP," ungkapnya.

Saat ditanya, apakah partai Islam yang dimaksud adalah PKS, Priyo hanya menjawab, "Ya tadi kalian-kalian kan sudah sebut," kata dia. "Kalau begitu, kemungkinannya nanti duet Hidayat Nur Wahid-Kalla atau Kalla-Hidayat? "Ya Kalla-Hidayat dong, kecuali PKS menang nomor satu secara spektakuler, itu soal lain," jawabnya.

Sebelumnya Priyo pun mengakui bahwa kekalahan dalam sejumlah pilkada seperti  pada pilkada Sulawesi Selatan, Jawa Barat dan terakhir Sumatera Utara, merupakan sesuatu yang 'sedikit' memukul partainya. Tapi ia dengan yakin menyebutkan, berdasarkan perhitungan rekapitulasi Pilkada Nasional, Golkar masih menduduki peringkat teratas.

"Kekalahan ini akan dijadikan alat evaluasi dan konsolidasi. Ini namanya demokrasi, jadi kami terima dengan lapang dada. Dalam pilkada, figur memang lebih penting ketimbang faktor-faktor lain. Meskipun mesin politik juga penting," katanya.


ING
Share on Facebook
Nilai 9 A A A
Ada 62 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Khafat @ Jumat, 18 April 2008 | 22:11 WIB
Presiden
karman @ Jumat, 18 April 2008 | 21:32 WIB
PKS mesti belajar dari Pilkada Sukabumi. Karena berkoalisi dengan partai lama, calonnya tukang dugem, akhirnya kalah. Tapi pada filkada Jabar, karena berkoalisi dengan partai sama-sama lahir pada masa reformasi, akhirnya menang. Pokoknya, sebagai partai fresh mesti memutuskan diri dengan masa lalu, orde baru, golkar, atau PDI. ini pun kalau PKS masih memiliki konsistensi. Ok!
diki @ Jumat, 18 April 2008 | 20:46 WIB
JUJUR,KONSISTEN,BERSIH,PEDULI,AMANAH,ADIL,ANTIKORUPSI DAN MUDA. RAKYAT BUTUH PEMIMPIN KAYA GITUAN..?
mbah jambrong @ Jumat, 18 April 2008 | 17:56 WIB
orang bersih harus dengan yang bersih..bersih partainya dan bersih otaknya...hidayat dengan ......mmmm...sapa ya .... (ada gak ya yang masih bersih?). intinya pemimpin harus berani membuat perubahan secara cepat dan tepat..... tegas dan cermat....
BAMBANG SUPRAPTO @ Jumat, 18 April 2008 | 17:46 WIB
PASANGAN PILPRES PAK NUR WAHID SAMA YANG MAU MEMBANGUN INDONESIA. SALING BANTU MEMBANTU DAN BERPIKIRAN POSITIP UNTUK KEMAJUAN INDONESIA...OKE...!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1