Hari Geneee...Malaysia Masih Bredel Koran
Ilustrasi orang membaca koran
Kamis, 17 April 2008 | 09:26 WIB

KUALA LUMPUR, KAMIS-Departemen Dalam Negeri Malaysia membredel koran popular Makkal Osai setelah menurunkan berita tentang peringatan Black 14, yang memperingati hari larangan bagi Anwar Ibrahim berpolitik praktis sejak 14 April 1999 dan kebebasannya 14 April 2008 di halaman satu.

Harian berbahasa Tamil ini memuat foto lautan manusia yang hadir pada acara tersebut dan foto Anwar Ibrahim dan Wan Azizah dengan kalungan bunga. Harian ini juga menurunkan berita polisi melakukan panggilan terhadap Presiden PKR Wan Azizah Wan Ismail, demikian Malaysia Kini.com, Kamis (17/4).

Pemimpin umum  Makkal Osai S M Periasamy mengakui bahwa  Departemen Dalam Negeri telah mengeluarkan surat yang mengatakan  permohonan perpanjangan ijin terbit  "tidak akan dipertimbangkan" tanpa disertai apa alasan pengharaman kepada harian berbahasa Tamil  itu.

Harian ini juga menurunkan liputan panjang pada Makkal Sakthi (kuasa rakyat) setelah  demonstrasi besar 25 November 2007 yang digerakkan Barisan Bertindak Hak-hak Hindu (Hindraf).

Sementara itu, sebuah harian berbahasa Cina Oriental Daily juga tidak diperpanjang izin terbit  sejak Desember 2007. Koran China ini terus  beroperasi sepanjang pilihanraya umum (Pemilu), 8 Maret 2008, tanpa tanpa izin terbit tahunan.(ANT)



Share on Facebook
A A A
Ada 18 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
sehrlickx @ Kamis, 17 April 2008 | 22:51 WIB
tuh negri tinggal mengitung hari deh.....mrk ngg blajar dg indonesia ya.......lg kebingungan ya pa badawi....
cloudy @ Kamis, 17 April 2008 | 15:38 WIB
halah org di sini aja masih ada pemblokiran internet, masih ada tabloid yg ditarik dari peredaran...
serbet @ Kamis, 17 April 2008 | 13:43 WIB
Rest In Peace.....Malaysia
are @ Kamis, 17 April 2008 | 12:58 WIB
Kita dulu bedarah-darah merebut kemerdekaan, mereka memperolehnya dengan cara yang enak
Wijanarko. Fx @ Kamis, 17 April 2008 | 12:16 WIB
Tirulah negriku; yg dibredel "goyang ngebor, goyang gergaji, bukan kursi goyang"
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
25