M Sobari : Jangan Sampai Angka Membunuh Siswa SD
Rabu, 16 April 2008 | 12:53 WIB

JAKARTA, RABU - Matematika menjadi salah satu pelajaran yang menjadi momok bagi kebanyakan siswa. Tak terkecuali siswa SD. Namun, bagaimana pun juga, saat ini siswa SD tidak bisa menghindarinya. Selain Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), matematika menjadi salah satu pelajaran yang turut menentukan lulus tidaknya siswa menghadapi ujian nasional pada 2008.

Budayawan Mohammad Sobari mengatakan jangan sampai penentuan kelulusan siswa SD oleh mata pelajaran ini "membunuh" watak dan kreatifitas anak. Padahal, masing-masing anak memiliki potensi dan bakat yang berbeda-beda yang seharusnya juga menjadi pertimbangan sekolah maupun pemerintah sebagai penentu kebijakan terutama di bidang pendidikan.

"Jangan sampai angka membunuh anak saat ia masih berada pada proses pencarian dirinya," ujarnya saat hadir sebagai salah satu pembicara di acara Debat Publik Membahas Kebijakan Pemerintah tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dalam Perspektif Perlindungan Anak di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, pada Rabu (15/4).

Sobari juga menyampaikan bukan cuma mata pelajaran matematika yang bisa "membunuh" siswa. Perilaku para pengajar yang mata pelajarannya dijadikan persyaratan kelulusan ujian nasional (seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam) selama ini juga cenderung "membunuh" anak. "Perilaku yang keras itu setengah membunuh anak. Akibatnya anak tumbuhnya cuma setengah kepribadian. Dia juga akan menjadi minder, takut. Apalagi di rumah juga mendapat perlakuan sama," ujarnya.

Ia menjelaskan proses balajar anak di sekolah juga menjadi bagian proses pencarian dirinya. Masing-masingnya memiiliki kelebihan tersendiri. Ada yang memiliki kemampuan di bidang matematika, musik, bahasa, dan sebagainya. Ini seharusnya difasilitasi dan membutuhkan proses. Jangan sampai kebijakan pemerintah yang bersentuhan dengan anak-anak, seperti menetapkan UASBN menghambat perkembangan mereka. (SMS)


SMS
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
Nilai 4 A A A
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
lp @ Rabu, 16 April 2008 | 14:57 WIB
sy bingung lihat standard UN yang tinggi krn yg dibutuhkan sekarang lapangan kerja. nilai tinggi belum tentu menunjukkan orang yg berkompetensi
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dalam rangka peringatan HUT Proklamasi RI yang ke 63, Presiden Yudhoyono memberikan penghargaan...
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort