Pesta Bujang, Suguhan Gadis Telanjang
Ilustrasi:Dua penari telanjang sedang berlatih di studio.
Rabu, 16 April 2008 | 10:43 WIB

Hari-hari terakhir masa lajang seringkali dirayakan calon pengantin untuk membuat acara khusus. Pesta bujang  atau disebut juga bachelor party, stag party (khusus pria), hen party (khusus wanita), bull’s party atau buck’s night bisa bermacam bentuknya.

Kejutan mulai dari aktivitas iseng sampai pesta gila-gilaan dengan pelengkap minuman keras dan penari telanjang pun seolah jadi trademark sebuah pesta bujang. Bagi Billy J pengalaman seru menggelar pesta bujang dirasa begitu memuaskan. Pemuda berpenampilan metroseksual itu pernah membuat sebuah private party untuk rekannya yang akan mengakhiri masa lajang.

Tanpa sepengetahuan sang calon pengantin, pria yang bekerja sebagai Event Organizer (EO) itu benar-benar menyiapkan konsep pesta bujang secara matang. Dengan menyewa empat ruang kamar di sebuah hotel bintang empat di Surabaya ia menyiapkan segala fasilitas penunjang termasuk sound, lighting dan sinar laser, DJ, bartender, penari striptease dan dan para lady escort.

“Kami menyewa kamar selama tiga hari untuk persiapan dan tentunya pihak hotel tidak tahu kalau kamarnya kami jadikan tempat pesta, untuk itu kami memberi ‘sumbangan’ khusus pada orang dalam,” ujar Billy.

Untuk mengurangi risiko acara bocor, calon pengatin pria dan semua tamu yang tak lain adalah rekan-rekan sendiri datang ke tempat acara dengan cara dijemput. Sesampai di kamar hotel, acara pun dimulai tepat pukul 24.00 WIB.

Penampilan aksi DJ dan sexy dancer acara di kamar hotel itu tak ubahnya party di club malam. Acara semakin memanas ketika para penari mulai melepas pakaian satu persatu begitu malam merangsek pagi. Calon pengantian yang ‘diculik’ malam itu benar-benar jadi bulan-bulanan digoda para penari yang akhirnya bertelanjang bulat.

Nah, soal menerima atau tidak ‘suguhan’ ini, keputusan sepenuhnya ditangan calon pengantin pria. Entah bagaimana ending pesta itu, Billy hanya berkomentar dengan senyuman.

Yang jelas, untuk membikin pesta bujang ternyata harus rela merogoh kocek hingga dalam. Menurut Billy, anggaran yang dikeluarkan setidaknya mencapai Rp 30 juta. “Waktu itu kalau nggak salah untuk DJ-nya sekitar Rp 3 juta, dua penari Rp 4 juta, lady escort masing-masing Rp 1 juta, belum sewa kamar, makanan, minuman dan semuanya kami siapkan sendiri,” terangnya. Billy yang mengaku deg-degan sepanjang pesta tapi langsung lega dan puas ketika pesta bujang yang adakan sebagai kejutan berjalan dengan lancar.

Berbeda dengan pesta yang dikemas khusus oleh Billy, acara melepas masa lajang juga bisa dilakukan dengan aktivitas sederhana. Budi Santosa, bapak satu anak itu lebih melihat momen pesta bujang sebagai momen reuni. Ia memilih berkumpul dengan sahabat dan mengenang masa lalu. “Acaranya ngobrol sana-sini, mengenang kisah-kisah lucu sambil minum,” ujar Budi.

Untuk menggelar pesta bujangnya, Budi kala itu memilih kampus sebagai arena. Ia mengundang teman-teman dekat dan teman lama untuk datang di lokasi yang memang banyak menyimpan kenangan bagi gengnya. Peristiwa dan kekonyolan di masa muda kembali menjadi olok-olok yang mencuatkan keakraban.

Meski tanpa setting tempat dan acara secara khusus, kehadiran teman-teman lama di tempat yang pernah menjadi lokasi nongkrong bersama sudah menghadirkan suasana yang menyenangkan. Budget yang dikeluarkan cukup untuk membeli makanan kecil, rokok dan minuman. “Semua tergantung budget, kalo gak ada buat apa dipaksakan buat pesta bujang, yang penting kan pernikahannya,” tegas Budi.(SURYA/Dyan Rekohadi)


 



Share on Facebook
A A A
Ada 28 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Steven @ Rabu, 16 April 2008 | 17:05 WIB
Itss very good..nice party,,,email me when want make that party,,i will take my girl too
gold @ Rabu, 16 April 2008 | 16:16 WIB
itu resiko cewe kl milih calon suami kaya...salah sdiri toh
obed @ Rabu, 16 April 2008 | 15:07 WIB
Itu pesta gila, mulai dari EO-nya, DJ-nya, Lady Escort-nya sampai calon pengantin-nya. Benar-benar gila gila gila......
bogor @ Rabu, 16 April 2008 | 13:53 WIB
kasian amat tuh calon istrinya dapet musang berbulu domba, tobat atuh kang....gmana klo calon suami adik perempuan Anda atau next calon suami anak perempuan Anda melakukan hal yang sama?
semen @ Rabu, 16 April 2008 | 13:43 WIB
pesta iblis jangan di tiru yaaaaaaa?
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
4