Dosen Hamil 8 Bulan Dirampok
ilustrasi perampok
Rabu, 16 April 2008 | 05:51 WIB

KEBON JERUK, RABU - Wanita dosen sebuah kampus ternama di Karawaci, Tangerang, dirampok dua pria bersenjata golok di depan rumahnya di Perumahan Taman Kedoya Baru, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (15/4) pagi. Para perampok membawa kabur mobil Nissan X-Trail setelah menyuruh ibu dosen tersebut turun.

Kedua perampok muncul saat mobil Nissan X-Trail bernomor polisi B 8498 P tersebut berhenti di luar pagar, sekitar pukul 06.30. Mobil tersebut akan dipakai untuk mengantar Ny Thirza (21) ke kampusnya di Karawaci. Dosen muda yang tengah hamil itu diantar oleh ibunya, Ny Ana (48). ”Saya berhenti (di luar pagar) karena hendak mengunci pintu rumah dan pagar,” kata Ana ketika ditemui di Mapolsektro Kebonjeruk, Jakarta Barat, Selasa siang.

Ketika Ana menutup pagar, muncul dua pria bersenjata golok. Satu pria menodong Ana sedangkan pria lainnya menodong Thirza. Mereka juga mengancam akan menghabisi ibu dan anak tersebut bila keduanya melawan ataupun berteriak. Thirza kemudian dipaksa turun dari mobil. Para perampok lantas mengambil alih mobil Nissan X-Trail. Ana pun segera melapor ke Polsektro Kebonjeruk.

Kanit Reskrim Polsektro Kebonjeruk Iptu Yusfianto menuturkan begitu mendapat laporan dari Ana dia segera mengerahkan anak buahnya untuk melakukan pengejaran. Polsektro Kebonjeruk juga menyebarkan laporan Ana ke jajaran lainnya. ”Diduga kawanan perampok ini mengetahui operasi pengejaran yang kami lakukan sehingga mereka ketakutan dan meninggalkan mobil itu di jalan tol,” kata Yusfianto di kantornya, kemarin.

Menurut Yusfianto, mobil rampasan itu ditinggalkan di tengah antrean di dekat pintu tol sehingga membuat kemacetan semakin parah. Petugas jalan tol kemudian menderek mobil itu ke pinggir dan melaporkannya ke polisi. Laporan tersebut sampai ke Polsektro Kebonjeruk. Polisi dan Ana kemudian berangkat untuk menjemput mobil itu. Menurut Ana, barang-barang di mobilnya tidak ada yang hilang.

Kepala Induk PJR Bitung, Kompol Nurmeiningsih, memberikan keterangan berbeda tentang lokasi penemuan mobil Ana. ”Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Bitung menemukan mobil tersebut diparkir di pinggir jalan tol dalam kondisi pintu tidak terkunci,” katanya, kemarin.

Mobil Ana ditemukan di Km 14 arah Tangerang atau di wilayah Karangtengah, Kota Tangerang. Mobil itu kemudian ditarik ke Pos PJR Bitung. Ketika Thirza datang, dia tak menemukan laptop dan handphone (HP) miliknya di mobil tersebut.

Perampasan mobil yang dialami Ny Ana dan putrinya mirip yang terjadi di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (3/4) pagi. Perampasan tersebut menimpa Ny Nike Risanti (29) yang akan mengantarkan anak-anaknya, Salma (7) dan Razwa (5), ke sekolah dengan mobil Toyota Avanza.

Saat Nike turun menutup pintu pagar, seorang pria melarikan mobil yang di dalamnya ada Salma dan Razwa. Sekitar satu jam kemudian mereka diturunkan di Bekasi dan ditolong seorang sopir taksi. (Warkot/tos/cel)



Share on Facebook
A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
lp @ Rabu, 16 April 2008 | 13:51 WIB
prihatin ttp syukur mobil dpt kembali dan mudah-mudahan ibu dosen tdk trauma dan shock. btw, di Manado atas perintah Kapolda setiap pagi semua polisi dikerahkan untuk turun kejalan utk kelancaran LL dan keamanan (pencegahan kejahatan).
garlic @ Rabu, 16 April 2008 | 08:47 WIB
Tindak kejahatan makin menjadi2 dan tidak pandang buluh. Ini menjadi cerminan makin tingginya tingkat kemiskinan, kemerosotan moral, jurang perbedaan sosial makin lebar menyebabkan kecemburuan sosial dan berujung pada kerawanan sosial. Waspada dan peka terhadap kondisi sekitar!
lp @ Rabu, 16 April 2008 | 07:40 WIB
prihatin ttp syukur mobil dpt kembali dan mudah-mudahan ibu dosen tdk trauma dan shock. btw, di Manado atas perintah Kapolda setiap pagi semua polisi dikerahkan untuk turun kejalan utk kelancaran LL
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
58