
JAKARTA, SENIN - Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Ernst Evert Mangindaan, di Jakarta, Senin, menyambut baik menguatnya sejumlah calon perserorangan menyongsong beberapa Pilkada di Sulawesi Utara (Sulut), dan menambahkan, kejadian itu merupakan yang pertama di Indonesia.
Ia mengatakan itu, sehubungan dengan pengumuman resmi salah satu calon independen menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yakni Albert Elia Tangel. Yang bersangkutan kini masih menjabat sebagai direktur di salah satu rumah sakit pemerintah di sana.
Fenomena bangkitnya calon perseorangan, ternyata bukan saja terjadi Kabupaten Mitra, tetapi juga hal serupa terjadi di Kota Kotamobagu, dan Kabupaten Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro).
"Ketiga kabupaten di Sulut itu merupakan kabupaten baru hasil pemekaran. Ini fenomena menarik dan asal saja para calon perseorangan tersebut dapat mengikuti semua prosedur dan aturan yang berlaku, sebagaimana diatur dalam Revisi Undang Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Pemerintah Daerah, kita dukung saja," kata EE Mangindaan.
Mantan Gubernur Sulawesi Utara dan pernah menjabat sebagai Sekjen DPP Partai Demokrat ini menambahkan, majunya calon perseorangn merupakan sebuah kehendak demokrasi.
"Kita semua tentu menginginkan sebuah proses seleksi pemimpin dan pejabat publik yang semakin ’fair’ tetapi tetap menghormati koridor serta aturan main yang berlaku. Jangan main paksa-paksaan," tandasnya.
Biaya Tinggi
Dari Minahasa Tenggara, seorang pengamat Pilkada setempat, Lexy Possumah, melalui hubungan telepon seluler, mengungkapkan, kini telah muncul beberapa tokoh yang ingin memanfaatkan peluang Pilkada di Mitra sebagai calon perseorangan.
"Saya yakin Pilkada Mitra dengan ada satu dua calon perseorangan dipastikan akan terwujud. Salah satun calon perseorangan yang sudah menyatakan akan tampil secara terbuka, ialah, Albert Elia Tangel," katanya lagi.
Sementara itu, kepada wartawan di sela sela perayaan paskah Forum Masyarakat Toundanouw Tombatu se-Jabotabek, di Gedung Serba Guna GPIB "Effata", di bilangan Melawai, Jakarta Selatan, tanpa ragu Albert Elia Tangel yang akrab disapa Berty Tangel ini menyatakan siap maju melalui gerbang calon perseorangn pada Pilkada Mitra.
Bahkan dirinya yakin bakal mendapat dukungan masyarakat sesuai ketentuan persyaratan bagi calon perseorangan. "Saya siap maju sebagai calon perseorangan. Dan saya siap menggalang dukungan sesuai persyaratan yang diatur oleh undang-undang," ujarnya.
Namun dia mengakui, untuk maju sebagai calon dari jalur perseorangan, membutuhkan biaya tinggi. "Apalagi, masyarakat di wilayah kami sudah terbiasa dengan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dari masa ke masa dengan mengumbar-umbarkan materi tidak sedikit dalam meraih dukungan rakyat desa. Jadi, memang biaya sebagai calon perseorangan itu mahal," ungkapnya.
Berty Tangel juga tidak menyangkal, masyarakat di desa-desa di daerahnya, memang sudah terkooptasi dengan cara Pilkades atau Pemilihan ’Hukum Tua’ (Kepala Desa) seperti itu (penggunaan materi, terutama berupa uang dalam meraih suara pemilih).
Meski begitu, dia menyatakan, itu tidak jadi masalah berat bagi pihaknya. "Karena dalam Pilkada nanti yang paling penting ialah hati nurani, bukan paksaan. Soal dukungan materi, tentu itu penting juga, dan dengan apa adanya kami berusaha memenuhinya, karena bagaimana pun materi uang itu dibutuhkan untuk kegiatan operasional kampanye," katanya. (ANT)
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |