Gila!!! Antre Premium hingga 20 Jam
ilustrasi
Minggu, 13 April 2008 | 10:23 WIB



MAMUJU, MINGGU - Warga konsumen bahan bakar minyak (BBM) harus antre sampai sekitar 20 jam lamanya untuk memperoleh premium di SPBU di Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
    
Para pengendara kendaraan roda empat dan roda dua terpaksa antre menunggu pelayanan BBM di SPBU sejak Sabtu siang sekitar pukul 12.00 WITA.
   
Antrean mencapai sekitar satu kilometer di SPBU yang ada di Kota Mamuju, dan mendapatkan pelayanan premiun pada Minggu dini hari sekitar 02.00 WITA, setelah mobil pengangkut BBM dari Depot Pertamina Pare-Pare memasok premium itu.
   
Dua unit SPBU di Kota Mamuju, yakni SPBU di Jalan Jend. Sudirman dan SPBU di Jl. Poros Mamuju Kalukku mendapatkan pasokan premium masing-masing 8.000 kiloliter dari Depot Pertamina.
   
Kedatangan mobil pengangkut BBM itu juga tampak disambut meriah dengan teriakan yel-yel oleh ribuan pengendara yang sudah lama menunggu di SPBU tersebut.
   
Operator di kedua SPBU itu langsung melayani konsumen hingga Minggu pukul 08.00 WITA. Itu pun sebagian pengendara yang antre pada Minggu pagi tidak mendapatkan premium karena stok BBM di SPBU tersebut telah habis.
    
Menurut para pemilik SPBU tersebut, stok premiun yang disuplai dari Depot Pertamina sebanyak 8.000 kiloliter untuk masing-masing SPBU.
    
Pihak SPBU juga membatasi pelayanan premiun untuk kendaraan roda dua maksimal tiga liter dan kendaraan roda empat 20 liter, namun karena banyaknya kendaraan yang antre, sehingga stok BBM itu tidak cukup.
    
Antrean ribuan kendaraan di dua SPBU yang masing-masing berada di jalur trans Sulawesi itu sempat memacetkan arus lalulintas karena antrean kendaraan berlapis dua barisan di jalan raya dan hanya menyisahkan jalur yang bisa dilewati satu unit kendaraan roda empat.
    
Meskipun terjadi antrean sampai ribuan unit kendaraan di kedua SPBU tersebut, namun kondisi keamanan tampak kondusif. Para pengendara antre dengan tertib, sedangkan beberapa petugas kepolisian tetap berjaga-jaga di SPBU itu. (ANT)


ABI
Sumber : ANT
A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
ramon @ Senin, 12 Mei 2008 | 11:55 WIB
bagaimana bisa maJuuuu Kalau Indonesia Massih aja ngantri buat bELI BBM....
Doddy @ Minggu, 13 April 2008 | 12:42 WIB
Saya sebagai warga negara Indonesia sangat prihatin dengan keaddan saat ini. Reformasi bukannya membawa kemajuan malah membawa kemunduran seperti jaman ORLA, sampai beraspun harus antri. Sedangkan para pemimpin sibuk berebut posisi rakyat makin menderita.
Eddy Susanto @ Minggu, 13 April 2008 | 11:14 WIB
IApakah ini hanya terjadi di Indonesia ??? Apakah kita perlu menggaji orang Singapore untuk me-manage pembangunan negara kita ? seperti RRC yang menggaji manager dari Singapore untuk pembangunan pulai Hainan ??
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile6
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort