Anggaran Pendidikan Turun Drastis
Kamis, 10 April 2008 | 21:38 WIB
 

 

JAKARTA, KAMIS - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dari Fraksi PDI-Perjuangan sekaligus Wakil Koordinator Panitia Anggaran dari Komisi X, Wayan Koster, Kamis (10/4), mengatakan, politik anggaran dalam APBN Perubahan tahun ini jelas tidak berpihak kepada pembangunan pendidikan.

"Pendidikan tidak menjadi prioritas karena persentase pemotongan anggaran sama dengan departemen lainnya," ujarnya. Pemotongan anggaran tersebut juga membuat anggaran pendidikan turun drastis, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan anggaran pendidikan tahun 2007.

Anggaran Departemen Pendidikan Nasional sebagai departemen pengemban tugas utama di bidang pendidikan dalam pemerintahan, hanya sebesar Rp 45,9 triliun tahun lalu dan itupun belum mencapai 20 persen sesuai amanat konstitusi. Sedangkan, setelah APBN-P tahun 2008 yang disahkan hari ini, anggaran Departemen Pendidikan Nasional dari Rp 49,7 triliun terpotong hingga tersisa Rp 44,7 triliun. "Ini jelas semakin menjauhi amanah konstitusi," ujarnya. 

Anggaran fungsi pendidikan tanpa gaji guru dan di luar pendidikan kedinasan persentasenya 11,8 persen tahun 2007. Sedangkan, dengan penghitungan yang sama, anggaran pendidikan hanya 9,6 persen setelah APBNP tahun ini. Anggaran fungsi pendidikan dengan mengikutsertakan gaji pendidik setelah pemotongan anggaran tersebut menjadi 15,6 persen.


INE
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
A A A
Ada 20 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
johan @ Kamis, 17 April 2008 | 21:56 WIB
dari dulu saya bisa sekolah gara2 beasiswa anak gak mampu. smpe punya cita-cita punya sekolah sendiri yang gratis, biar semua yg kesusahan bisa sekolah disana.....miris banget yah denger kabar anggaran pendidikan mau dipotong...gimana kita bisa bersaing dengan negara tetangga yang sudah membebaskan iuran pendidikan ya.....tolong donk DPR untuk memikirkan kembali....Pendidikan is the first priority, right ???
Cholis @ Minggu, 13 April 2008 | 10:47 WIB
Ketika anggaran yang tersedia terbatas, maka jalan satu-satunya adalah efisiensi dan kkn di depdiknas itu lho... mbok ya di kurangi.
sony @ Jumat, 11 April 2008 | 12:12 WIB
pendidikan adalah soko guru bagi kebangkitan sbh bangsa dan negara menuju zaman modern, lemahnya tk pendidikan dpt menghambat cita-cita kemajuan namun semangat utk maju hrs terus dimotivasi dg didukung kreativitas dan inovasi, meski masih rendahnya anggaran pendidikan semoga dunia pendidikan Indonesia dpt terus berjalan krn BENDERA MERAH PUTIH hrs terus berkibar......MERDEKA
Subur Priyono @ Jumat, 11 April 2008 | 12:09 WIB
sudah mulai terbukti bahwa Indonesia sampai sekarang belum pernah mempunyai tim pemerintahan yang pandai, lebih cepat pandai rakyatnya yang walaupun selalu ditekan hidupnya masih nrimo, apa pemerintah mau sampai rakyat menghancurkan pemerintah nya sendiri yang nota bene korup tanpa batas. Ya Allah ampunilah pemerintahan bangsaku ini.
rusadi @ Jumat, 11 April 2008 | 11:57 WIB
Bagaimana Indonesia bisa menjadi negara maju, anggaran pendidikan aja yang terang-terang dalam UU 20 % tidak pernah dilaksanakan oleh Pemerintah. Pemerintah takut kali ama rakyat, kalau rakyatnya udah pada pintar udah nggak bisa dibohongin ama Pemerintah.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dalam rangka peringatan HUT Proklamasi RI yang ke 63 Presiden Yudhoyono me...
;
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort