Puting Beliung Hantam Magelang

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/read_view.php

Line Number: 447

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 477

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 477

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 484

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 484

Rabu, 9 April 2008 | 22:26 WIB

MAGELANG, RABU - Angin puting beliung juga melanda Kabupaten Magelang, pada Rabu (9/4) sore. Hadi, warga Duku III RT 03 RW 10 mengatakan, angin itu datang bersamaan dengan hujan deras. Ketika itu, dia sempat melihat pusaran angin bergerak dari arah timur menuju ke barat kemudian ke selatan. “Waktu itu, terdengar suara gemuruh yang menakutkan,” terangnya.
 
Bambang Pamungkas, warga Duku IV RT 06 RW 10 mengatakan bahwa hujan deras itu akhirnya menimbulkan dua pohon sengon tumbang menimpa bagian belakang dan depan rumah. Akibatnya, atap rumah pun berlubang dan sebagian kayu-kayu penyangga patah.  “Sebagian perabot pun akhirnya rusak karena tertimpa reruntuhan atap,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Agar tidak membahayakan atau menimbulkan korsleiting, aliran listrik pun untuk sementara dipadamkan. 

Tanah retak

Sementara itu, tujuh keluarga di Dusun Kedung mentok, Desa Paripurno, Kecamatan Salaman, terpaksa dievakuasi karena tanah tempat rumah mereka berdiri retak. Tujuh rumah itu pun langsung dirobohkan. 

Sofyan (40), salah seorang warga mengatakan bahwa tanah retak itu sudah mulai terlihat sekitar dua hingga tiga bulan lalu. Sebelumnya, kondisi ini dianggap tidak membahayakan sehingga warga pun tenang-tenang saja. “Namun, ketika pada bulan Maret lalu terjadi longsoran-longsoran kecil, kami pun akhirnya mulai panik dan meminta kepada pemerintah kecamatan untuk segera dipindahkan,” ujarnya.

 Selain Sofyan, enam rumah lainnya adalah milik Muh Ali (50), Kardi(80), Parman (35), Sarwanto (60), Ny Sariyah (70, dan Ardani (60). Selain menumpang tinggal di rumah kerabat, beberapa diantara mereka pindah ke tanah milik mereka sendiri, beberapa ratus meter dari rumah semula.

Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Heri Prawoto mengatakan bahwa demi alasan keamanan, usulan warga untuk evakuasi ini disetujui oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang. “Nantinya, Pemkab pun akan membantu evakuasi ini dengan menggunakan dana dari pos belanja tak terduga,” ujarnya.


Regina Rukmorini
Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
4