Pidatonya "Dicuekin", Presiden Marah
Susilo Bambang Yudhoyono
Selasa, 8 April 2008 | 09:59 WIB

Laporan Wartawan Kompas, Wisnu Nugroho

JAKARTA, SELASA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghentikan pidatonya dalam pembekalan kepada peserta forum konsolidasi pimpinan daerah, bupati, wali kota, ketua DPRD kabupaten/kota di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta, Selasa (8/4), karena mendapati peserta yang mendengarkan pidatonya tertidur.

"Itu coba bangunkan yang tidur itu. Kalau tidur di luar saja!" ujarnya menunjuk pimpian daerah yang masih terlelap tidur.

Masih mengarahkan pandangan kepada peserta yang tertidur, Presiden yang tengah berbicara tentang penghematan anggaran menghentikan sejenak pidatonya untuk menegur yang tertidur. "Pimpinan bagaimana dapat memimpin rakyat kalau tidur! Malu dengan rakyat yang memilih. Untuk mendengarkan pembicaraan untuk rakyat saja tidur! Jangan main-main dengan tangung jawab. Berdosa, bersalah dengan rakyat," ujarnya.

Presiden minta peserta konsolidasi yang tertidur tidak diluluskan karena masuk dalam kategori pemimpin yang tidak bisa mengendalikan diri. "Lembaga yang bisa meluluskan pemimpin yang kepribadiannya jelek akan menjadi racun. Jangan diluluskan. Bukan karena tidak pandai, tetapi tidak bagus kepribadiannya," ujarnya.

Pembekalan oleh Presiden dimulai pukul 08.00 WIB dihadiri juga sejumlah menteri dan pejabat terkait. Kemarahan Presiden memang selalu muncul ketika sedang berpidato, para pendengarnya tertidur. Di Istana Negara, beberapa kali Presiden juga kerap marah dan menegur peserta yang tertidur.


Wisnu Nugroho A
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
A A A
Ada 95 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Hartoyo @ Rabu, 7 Mei 2008 | 10:04 WIB
Salut SBY memang harus begitu pimpinan yang diamanatkan oleh rakyat, semakin lama sebeanraya Presiden kita ini masih yang terbaik dari seblumnya, pejabat yang tidur contoh kerusakan bangsa ini (ada duit melek tidak ada tidur) penghianat licik.
dEA @ Rabu, 30 April 2008 | 11:35 WIB
Bravo......baru sekarang saya salut ama presiden saya sendiri.....kalo bisa jangan cuma ditegur pak SBY....sebisa mungkin masyarakat sedaerahnya tau. Panutuan kok malu2xin. Saatnya Bangsa terutama pemimpin negara ini untuk BANGUN. Amanat rakyat tuch untuk diemban bukan dimanfaatkan.....HARAM itu..... Terus maju pak SBY dengan langkah kecil ini sedikit banyak sudah jagi shock terapi untuk yang lainnya.
MasTo @ Rabu, 30 April 2008 | 11:34 WIB
Ini soal karakter...bung!!!!. Ya kita harus introspeksi bagaimana rekrutmen pimpinan kita.... apa ya asal punya duit.....bisa pengaruhi orang.....asl pendukungnya banyak tapi kualitas.. sekali lagi kualitas, karakternya jeblok...ya kalo diajak bicara tanggung jawabnya kepada masyarakat dan bangsa pasti loyo, tidak punya motivasi, tidak punya semangat dan patriotisme...... Ok bangsa ini masih bangyak memiliki putra bangsa yang baik... sooo ya mari kita bangun dan bangun bangsa kita tercinta ini
Nawis @ Rabu, 30 April 2008 | 11:30 WIB
Wah salut aku sama Pak Presiden, emang tepat pilihanku, sdh lah Pak SBY gak usah dimarahi terus, "kasihan", langsung DINONAKTIFKAN SAJA biar gak buat pusing, wakil-wakil rakyat yang seperti itu yang buat negara kita susah, bukannya serius mikirin nasib rakyat eeehh..malah enak2an tidur..
pujiw @ Senin, 21 April 2008 | 12:25 WIB
Saya mohon untuk para pemimpin,jangan di buat mainan tanggung jawab rakyat. ingat, semua itu ada balasannya sampai 7 turunan
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort