Cegah Ngeseks, Celana Pemijat Digembok
Contoh gembok yang digunakan pada para wanita pemijat di Malang. Gembok tersebut dikuncikan pada bagian pinggang dari celana pemijat.
Kamis, 3 April 2008 | 17:33 WIB

BATU-SURYA-Mengantisipasi maraknya praktik esek-esek di panti pijat di Kota Batu, Pemkot setempat baru-baru ini menerapkan aturan baru. Para peramu pijat diwajibkan memakai gembok dengan mengunci rok dan celana dalam yang dipakai sehingga para pelanggan tidak mudah membuka celana dalam pemijat. Hal ini dilakukan agar image Batu sebagai Kota Pariwisata tidak dikotori dengan praktek sebagian panti pijat yang diduga melakukan praktek esek-esek terselubung.

Kepala Satpol PP Kota Batu, Drs Imam Suryono mengatakan aturan baru ini sudah disosialisasikan kepada para pengelola panti pijat di kota itu. Sementara ini, lanjut Imam, dari sembilan panti pijat yang ada baru dua panti yang sudah mewajibkan karyawannya memasang gembok di rok mereka sebelum melayani pelanggan. Dua panti itu adalah Panti Pijat Rini Jaya dan Panti Pijat Doghado di Jl Raya Beji Kota Batu.

“Memang, sampai saat ini kebijakan baru ini baru bersifat anjuran. Ke depan, kami akan melegalkan aturan ini menjadi kebijakan pemkot yang tertuang dalam peraturan wali kota,” katanya kepada Surya, Rabu (2/4).

Dijelaskan, setelah resmi menjadi peraturan daerah (perda) aturan perarutan wali kota, pihaknya akan menerapkan sanksi kepada para pengelola panti pijat yang membiarkan pemijatnya tidak memakai gembok saat melayani pelanggan.

“Sebagai Kota Wisata, Batu tidak mungkin menghapus bisnis ini. Kebijakan yang bisa dilakukan adalah menjaga agar bisnis ini tidak diselewengkan sebagai bisnis esek-esek terselubung,” paparnya. Selama ini, bisnis panti pijat di Kota Batu tumbuh subur dan banyak diminati para wisatawan khususnya dari luar kota.

Selain memanfaatkan pelanggan dari luar kota, bisnis ini memiliki pelanggan tetap yang berasal dari Malang Raya. Ditambahkan, selama ini bisnis panti pijat di Kota Batu relatif tertib dan mematuhi semua aturan yang diterapkan Pemkot Batu.

“Buktinya, saat bulan puasa mereka selalu mengikuti aturan yang kami tetapkan agar tidak beroperasi di siang hari. Bahkan, sebagian panti pijat memilih tutup agar ketenangan melaksanakan ibadah bulan puasa tidak terganggu image negatif bisnis ini,” bebernya.

Pantauan Surya, bisnis ini tergolong bisnis menjanjikan karena pelanggan yang setia memanfaatkan jasa para peramu pijat ini tidak hanya kalangan menengah ke bawah tetapi kalangan menengah ke atas.

Terbukti, lokasi pijat yang ada rata-rata dipenuhi para pelanggan berdasi dengan membawa kendaraan sedan mewah. Jika tidak diantisipasi sejak dini, bisnis ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana efektif bertransaksi esek-esek. Jika ini yang terjadi, kecocokan antara pemijat dengan pelanggan bisa berlanjut di luar panti dengan melakukan praktek prostitusi di luar tempat kerja mereka.(Heryanto)



Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
Nilai 5 A A A
Ada 23 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Sudarto @ Jumat, 27 Juni 2008 | 13:43 WIB
tempat/kamar pijatnya dibuat transparan (dinding kaca) dan pemijatnya 50 thn keatas, dijamin aman nggak usah pakai gembok dan cctv segala, emangnya nafsu sama lansia ? hehehehe
januar @ Senin, 14 April 2008 | 10:24 WIB
harusnya tuh pijatnya di satu tempat bersama-sama, mestinya tanpa gembok pun ga akan macem2. (btw klo niatnya emang mau pijet, tukang pijetnya sexy
Harry Sutarta @ Sabtu, 5 April 2008 | 12:36 WIB
Sebenarnya strategis celana digembok, tetap saja kurang effective. jangankan celana dalam...lha wong pintu brankas bank saja bisa dibobol...apa lagi celana dalam....rasanya koq lebih gampang...kalo mau sich,...para pijat therapist itu dibuatkan celana dalam dari seng aja gimana ?
che @ Jumat, 4 April 2008 | 20:08 WIB
wah, emangnya nyelesain masalah ya pake gembok2 gt...?menurut saya itu ga efektif pak..
rianto @ Jumat, 4 April 2008 | 18:15 WIB
pemko Batu kurang kerjaan..tuh urusin rakyat miskin yg butuh sembako,malah ngurusin CD di gembok !
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile4
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort