Sunat tak Lindungi Pria dari PMS
Sunat atau sirkumsisi dapat menekan risiko pria dari penyakit kelamin.
Kamis, 20 Maret 2008 | 08:57 WIB

PENYUNATAN atau sirkumsisi ternyata tidak serta merta dapat melindungi seorang pria dari berbagai jenis penyakit menular seksual (PMS) yang banyak ditemukan di dunia saat ini.   Kesimpulan tersebut merupakan hasil riset para ahli dari Selandia Baru yang dipublikasikan dalam edisi terbaru Journal Pediatrics.

Seperti diungkap peneliti dari Universitas Otagodi  Dunedin, Dr. Nigel P. Dickson, meskipun telah terdapat banyak bukti penting bahwa sunat dapat melindungi pria dari penularan HIV (Human Immunodeficiency Virus) melalui hubungan seks dengan wanita, namun sejauh ini masih belum ada kejelasan atau pun bukti signifikan apakah sunat juga dapat menekan risiko para pria dari jenis penyakit menular seksual lainnya.

Untuk membuktikan teorinya, para peneliti menggelar studi jangka panjang dengan melibatkan sekitar 500 pria yang lahir antara tahun 1972 dan 1973.  Partisipan ini  terus dipantau sejak anak-anak hingga mereka berusia 32 tahun. Sekitar 40 persen dari partisipan tercatat menjalani sirkumsisi, sedangkan sisanya tidak.

Di antara mereka yang disunat, 23,4 persen pria dilaporkan mengidap penyakit menular seksual pada usia 32 tahun, sedangkan mereka yang tak disunat prosentase kasus PMS mencapai 23,5 persen.  Jenis penyakit menular yang paling umum diderita partisipan adalah kutil kelamin atau genital warts, chlamydia dan herpes kelamin.

Peneliti mencatat tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata kasus penyakit menular seksual pada kedua kelompok, bahkan setelah mempertimbangkan sejumlah faktor seperti perilaku seksual atau latar belakang sosial dan ekonomi.

Dickson juga menyatakan ada sebuah riset lain di Selandia Baru yang mengungkapkan bahwa sunat tampaknya mampu menekan kasus penyakit menular seksual di antara pria hingga rata-rata usia 25 tahun.  Namun ia menekankan bahwa riset  ini dilakukan dalam skala lebih kecil, di mana rata-rata individu yang mengidap PMS lebih kecil jumlahnya di banding riset yang pertama. Selain itu, jumlah pria yang disunat pun jauh lebih sedikit.

"Walaupun alasan untuk perbedaan hasil riset kedua kelompok ini masih belum jelas, ketika hasil temuan terbaru kami dipertimbangkan dalam konteks riset berdasarkan populasi lainnya di negara berkembang, sunat tampaknya tidak tidak memiliki dampak perlindungan penting melawan penyakit menular seksual pada umumnya pada populasi ini. Kendati demikian, dampak positif sunat yang sifatnya kecil tidak bisa diabaikan," ungkap Dickson menyimpulkan.


AC
Sumber : Reuters
A A A
Ada 10 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
andi prasetyo @ Senin, 31 Maret 2008 | 14:05 WIB
hasil penelitian tersebut tak berimbang dan tidak valid. kenapa? karena tidak menampilkan data-data perilaku seks dari para respondennya, apakah hanya kepada 1 pasangan saja atau gonta-ganti pasangan. karena itulah yang paling berpengaruh terhadap terjangkit atau tidaknya penyakit kelamin dari para respondennya. pokoknya aq setuju ama adrie, herawan and eko h....
vabian @ Minggu, 30 Maret 2008 | 00:05 WIB
tapi apa itu sudah ada bukti ya menyatakan bahwa orang yang sunat itu rentan terhadaphaltersebut
joe @ Sabtu, 29 Maret 2008 | 00:07 WIB
emang gak ada pengaruhnya..antara sunat
adrie @ Kamis, 27 Maret 2008 | 17:54 WIB
Bagaimanapun sunat membawa manfaat lebih, yang jadi masalah adalah kaum pria yang suka ganti pasangan itulah yang menyebabkan PMS,bukan sunatnya boss!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
herawan @ Selasa, 25 Maret 2008 | 10:52 WIB
ya iyalah gak ngaruh antara yg disunat sama yang tdk terhadap PMS, yang mempengaruhi kan cuma perilaku seksual kita masing-masing... begitu kan??
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile22
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort