
MALANG, SENIN - Kota Malang Jawa Timur mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), didapati premium habis terjual sejak sehari sebelumnya, dan pasokan belum juga datang.
Berdasar pemantauan Kompas, Senin, sejumlah SPBU seperti SPBU Lesanpuro, SPBU Jalan Bandung, dan SPBU Jalan Kawi, kehabisan premium, yang masih tersedia hanyalah jenis solar.
Di sejumlah SPBU lain yang premiumnya masih tersedia, antrian panjang kendaraan bermotor tidak terhindarkan. Misalnya di SPBU Embong Brantas, SPBU Jalan Mayjen Wiyono, SPBU Rampal, SPBU Tidar, dan SPB U Sukun.
"Hari ini memang kami belum mendapatkan pasokan BBM dari Pertamina. Kata mereka pasokan terlambat sebab kapal pengangkut BBM-nya terlambat datang, " tutur Suli Qomariyah, bagian keuangan SPBU Jalan Bandung.
Premium di SPBU Jalan Bandung tersebut sudah habis sejak pukul 20.00 sehari sebelumnya. Adapun BBM jenis solar sampai pukul 10.00 tinggal tersisa 1 ton solar (dari jumlah sebelumnya 2,5 ton). Sementara BBM jenis bio pertamax yang pada Senin pagi tersisa 2 kilo liter (KL), maka pada pukul 10.00 WIB itu sudah habis terjual.
"Biasanya kami mendapat pasokan BBM sebanyak 24 KL sehari. Kiriman terakhir hari Sabtu lalu. Sebab pada hari minggu, tidak ada pengiriman BBM," tutur Qomariyah.
Kepala Depo Pertamina Malang Lutfi Luhulima membenarkan adanya keterlambatan pasokan BBM ke Malang, karena kapal tanker pengangkut BBM yang biasanya merapat di Surabaya, datang terlambat akibat cuaca buruk di laut. "Jika biasanya perjalanan di laut sekitar enam jam, maka karena cuaca buruk menjadi 10 atau 12 jam," tutur Lutfi.
Namun Lutfi menjamin bahwa pasokan BBM di Malang akan kembali normal. Sebab pada Senin ini kapal tanker pengangkut sudah merapat ke Surabaya, sehingga dijadwalkan hari ini juga pasokan BBM Malang bisa dipenuhi.
Lutfi mengatakan bahwa akibat keterlambatan pasokan BBM ke Malang, pada Sabtu (1/3) lalu Depo Pertamina Malang meminta pasokan BBM dari Depo Rewulu di Yogyakarta. Namun karena Depo Rewulu tidak bertugas menyuplai Jawa Timur, maka menurut Lutfi pasokan yang diterima dari sana hanya sekitar 500 KL. Padahal pasokan normal untuk Kota Malang sebanyak 800 KL per harinya.(DIA)
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |