Astronom Indonesia Temukan Planet Termuda

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/read_view.php

Line Number: 447

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 477

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 477

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 484

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 484

Selasa, 8 Januari 2008 | 00:20 WIB

PARIS, KAMIS - Tim peneliti Institut Max Planck, Jerman, yang dipimpin astronom asal Indonesia, Johny Setiawan, kembali menemukan planet asing (ekstrasolar) yang mengelilingi bintang mirip Matahari.

Planet yang diberi nama TW Hya b mengelilingi bintang TW Hydrae di konstelasi Hydra yang berjarak 180 tahun cahaya dari Bumi. TW Hya b termasuk jenis planet gas raksasa berukuran antara 5,5 kali hingga 13,1 kali ukuran Planet Jupiter.

Planet tersebut mengorbit bintang induknya pada jarak 600.000 kilometer atau hanya 0,04 unit astronomi (jarak rata-rata Bumi dan Matahari). Karenanya, hanya dibutuhkan waktu 3,56 hari untuk satu kali mengelilinginya.

Penemuan ini tidak hanya menambah daftar panjang penemuan planet di luar tata surya kita, namun juga memberikan informasi baru mengenai proses pembentukan planet-planet.

Para astronom pada umumnya sepakat bahwa planet terbentuk sebagai akumulasi materi di cakram debu dan gas sebagai sisa pembentukan bintang yang mirip Matahari. Namun, selama ini, masih diperdebatkan berapa lama sebuah planet dapat terbentuk.

Termuda

Hasil pengematan terhadap planet-planet ekstrasolar yang sudah ditemukan menunjukkan tak ada satu pun planet yang lebih muda dari 100 juta tahun. Namun, TW Hya b berusia sangat muda antara 8-10 juta tahun. Bandingkan dengan Bumi yang diperkirakan seumur tata surya sekitar 4,5 miliar tahun, sedangkan Matahari 100 juta tahun lebih tua.

Hal ini menunjukkan bahwa planet-planet dapat terbentuk dalam waktu 10 juta tahun, sebelum cakram dicerai-beraikan angin dan radiasi bintang. Simpulan tersebut dilaporkan para peneliti dalam jurnal Nature edisi terbaru, Kamis (3/1).

"Penemuan tersebut memperlihatkan bahwa apa yang selama ini kita sebut cakram protoplanet sesungguhnya protoplanet itu sendiri," ujar Johny Setiawan yang juga pernah menemukan planet-planet ektrasolar sebelumnya.  

Banyak cakram protoplanet yang terdeteksi keberadaannya di sekitar bintang muda. Namun, sejauh ini, belum ada planet yang diketahui berumur semuda TW Hya b.(AFP/Space.com/WAH)


WAH
Share on Facebook
Nilai 5.21 A A A
Ada 22 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
ramostasimajuntak @ Selasa, 9 Desember 2008 | 13:17 WIB
itu sangat baik bagi berkembangan ilmu pengetahuan astronomi dan pemerintah indonesia harus perlu mengembangak potensi anak bangsa supaya jangan ketinggalan
nawie @ Minggu, 16 November 2008 | 22:02 WIB
luar biasa. mudah2an hal ini memotivasi anak2 bangsa untuk ters berkarya sehingga akan lahir penemu2 yg lain. hidup INDONESIA!!!
eka jovi setiawan @ Minggu, 7 September 2008 | 14:29 WIB
congratulation..!!! Terbukti kn, bahwa orang Indonesia juga bisa kalau mau berusaha.. Satu hal yang harus di perhatikan, seharusnya Indonesia bisa mendirikan sekolah mengenai ini, mungkin dala tingkat STM, knp? karena ini merupakan modal awal untuk mengembangkan teknologi sperti ini, knp sih utk pendidikan aj kita ko pelit? trus knp se kesadaran dari pihak pejabat ko ga da utk pendidikan sebuah bangsa... Utk beli mobil mahal bisa, nyumbang sekian rupiah ko g mau!!! Memalukan sekali..
toni @ Kamis, 14 Agustus 2008 | 09:38 WIB
buat mas ardhi, orang ngomong tu dihargai. pengetahuan itu tidak ngawur. contoh kecil, umur pohon aja bisa di tebak dri lingkaran tahunnya. planet, matahari, bulan dsb pasti juga bisa. sampean aja yang gak mau belajar.
peki well @ Kamis, 7 Agustus 2008 | 09:34 WIB
hebat... you rocks!! mr.johny setiawan.... i salute you. Indonesia bisa memimpin bangsa lain untuk hal ilmu pengetahuan!!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
54