
SEBUAH penelitian terbaru di Eropa mengungkapkan bahwa para remaja dan kalangan dewasa di sana keranjingan minum alkohol dan memakai narkoba sebagai cara untuk menikmati kepuasan seksual .
Seperti dilaporkan BBC, Jumat (9/5), para ahli dari Centre for Public Health John Moore's University Liverpool melakukan riset yang melibatkan 1.341 partisipan di sembilan negara Eropa. Hasil riset menunjukkan, sebanyak 33 persen pria dan 23 persen wanita mengaku selalu mabuk sebelum ngeseks. Mereka menenggak alkohol untuk meningkatkan peluang melakukan seks, sedangkan narkoba seperti kokain, ekstasi dan ganja dipakai untuk merangsang gairah atau memperlama hubungan intim.
Studi yang dipublikasikan BMC Public Health itu juga menyatakan, Inggris adalah negara yang memiliki reputasi buruk dalam hal kecanduan alkohol serta seks di bawah umur tetapi ada kemiripan dengan 8 negara lainnya. Riset juga mengindikasikan, anak remaja lebih rentan terhadap perilaku seks tidak aman ketika terpengaruh alkohol atau narkoba.
Dalam komentarnya, peneliti menyatakan meskipun alkohol dan narkoba berkaitan dengan perilaku seks berisiko, hasil riset ini membuktikan banyak orang muda yang "secara sengaja" mabuk atau menyalahgunakan narkoba guna mencapai kepuasan seksual.
Dalam studi yang dipimpin Professor Mark Bellis ini, peneliti melakukan survey di sembilan kota besar di Inggris, Jerman, Austria, Republik Ceko, Portugal, Spanyol dan Slovenia . Yang terlibat survei adalah mereka yang rutin datang ke pub, bar atau klub malam.
Di sembilan negara itu, penggunaan alkohol dan narkoba sejak dini berkaitan erat dengan kasus hubungan seks di bawah usia 16 tahun, khususnya pada perempuan. Hampir 50 persen partisipan di Wina Austria sering mabuk alkohol dan melakukan seks sesudahnya. Angka ini paling tinggi ketimbang Venesia Italia (36%), Palma Spanyol (37%) dan Liverpool Inggris (30%).
Prosetase penggunaan obat terlarang di bawah usia 16 tahun hampir merata pada sembilan negara itu, namun yang membedakan adalah variasi popularitas jenis obatnya. Lebih dari seperempat remaja di sana yang memakai kokain mengaku bahwa madat digunakan untuk memperlama hubungan seks. Pemakaiannya juga berkaitan dengan kebiasaan berganti-ganti pasangan.
Kebiasaan mabuk dan penggunaan narkoba sebelumnya diketahui dapat meningkatkan peluang melakukan perilaku seks berisiko serta perasaan menyesal setelah melakukan hubungan seks. Mereka yang mabuk selama empat minggu terakhir cenderung berhubungan dengan lima pasangan atau lebih. Mereka juga cenderung tidak memakai kondom, merasa menyesal setelah mabuk atau memakai narkoba dalam 12 bulan terakhir.
"Jutaan orang muda di Eropa sekarang memakai obat dan alkohol yang mempengaruhi keputusan seks mereka dan meningkatkan peluang melakukan perilaku seks tidak aman atau penyesalan di kemudian hari.
Walaupun menimbulkan konsekuensi negatif, kami menemukan banyak yang sengaja memakai zat-zat ini untuk memcapai efek kepuasan seksual tertentu," ungkap Mark Bellis.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |