Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[HOAKS] Putri Candrawathi Divonis Mati, Putusan Tidak Bisa Diganggu Gugat

Kompas.com - 28/10/2022, 14:28 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sebuah video beredar di internet dengan menampilkan proses persidangan dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Klaim yang disertakan dalam unggahan, yakni istri mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Ferdy Sambo yang juga menjadi terdakwa, Putri Candrawathi, resmi dihukum mati.

Narasi itu juga menyebutkan bahwa putusan itu tidak bisa diganggu gugat.

Akan tetapi, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi itu salah alias hoaks. Video itu berupaya menipu penontonnya yang tidak memahami proses pengadilan atau sistem persidangan di Indonesia.

Narasi yang beredar

Narasi yang disampaikan dalam video itu membahas pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta agar eksespsi Putri Candrawathi ditolak hakim.

Potongan video JPU dan kuasa hukum Putri dalam persidangan juga disertakan, saat pengadilan mengagendakan pembacaan eksepsi terdakwa.

Dalam video tersebut, disampaikan tulisan sebagai berikut:

Keputusan Hakim Mutlak, Ibu PC Malam Ini Resmi Di Hukum Mati

Sementara keterangan yang ditulis dalam unggahan adalah:

Hasil sidang Keputusan Hakim Adalah Mutlak!!! Kini Hukuman PC Tak Bisa Di Ganggu Gugat!!!

Hoaks Putri Candrawathi dihukum matiKOMPAS.COM/AHMAD SU'UDI Hoaks Putri Candrawathi dihukum mati

Penelusuran Kompas.com

Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri perkembangan terbaru terkait proses pengadilan dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Ditemukan sejumlah berita, termasuk dari Kompas.com yang menyatakan bahwa majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan baru dalam tahap membacakan putusan sela pada Rabu (26/10/2022).

Majelis hakim menolak seluruh nota keberatan atau eksepsi Putri, sehingga proses pengadilan kasus tersebut akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

Berdasarkan tata aturan persidangan, setelah putusan sela masih ada tahap pembuktian dengan pemeriksaan saksi dan barang bukti.

Setelah itu, baru dilakukan pembacaan putusan akhir atau vonis oleh majelis hakim.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[KLARIFIKASI] Gambar Lumba-Lumba 'Pink' Dibuat dengan AI

[KLARIFIKASI] Gambar Lumba-Lumba "Pink" Dibuat dengan AI

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Tidak Benar YouTube Putar Ulang Iklan jika Pengguna Tak Menatap Layar

INFOGRAFIK: Tidak Benar YouTube Putar Ulang Iklan jika Pengguna Tak Menatap Layar

Hoaks atau Fakta
Apple Tidak Mengumumkan FaceTime Berbayar

Apple Tidak Mengumumkan FaceTime Berbayar

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Foto Pekerja Membangun Piramida di Mesir

[HOAKS] Foto Pekerja Membangun Piramida di Mesir

Hoaks atau Fakta
INFOGRAFIK: Sejarah Pengembangan F-117 Nighthawk, Pesawat Siluman Pertama

INFOGRAFIK: Sejarah Pengembangan F-117 Nighthawk, Pesawat Siluman Pertama

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Pemain Liverpool Virgil van Dijk Siap Bela Timnas Indonesia

[HOAKS] Pemain Liverpool Virgil van Dijk Siap Bela Timnas Indonesia

Hoaks atau Fakta
Gempa yang Mencairkan Relasi Iran dengan Barat...

Gempa yang Mencairkan Relasi Iran dengan Barat...

Sejarah dan Fakta
CEK FAKTA: Benarkah Kuliah di Eropa Utara Gratis karena Pajak 70 Persen?

CEK FAKTA: Benarkah Kuliah di Eropa Utara Gratis karena Pajak 70 Persen?

Hoaks atau Fakta
Lima Puluh Empat Tahun Lalu, Presiden Soekarno Wafat

Lima Puluh Empat Tahun Lalu, Presiden Soekarno Wafat

Sejarah dan Fakta
Pakar PBB Sebut Pemasok Senjata untuk Israel Berisiko Langgar HAM

Pakar PBB Sebut Pemasok Senjata untuk Israel Berisiko Langgar HAM

Data dan Fakta
[HOAKS] Gebyar Undian Mengatasnamakan Bank Lampung

[HOAKS] Gebyar Undian Mengatasnamakan Bank Lampung

Hoaks atau Fakta
CEK FAKTA: Informasi Keliru soal Kematian Joe Biden pada 2018

CEK FAKTA: Informasi Keliru soal Kematian Joe Biden pada 2018

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Presiden dan Kapolri Tetapkan 4 Polisi Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

[HOAKS] Presiden dan Kapolri Tetapkan 4 Polisi Tersangka Kasus Pembunuhan Vina

Hoaks atau Fakta
[HOAKS] Huruf Y Akan Dihapus dari Alfabet

[HOAKS] Huruf Y Akan Dihapus dari Alfabet

Hoaks atau Fakta
[VIDEO] Manipulasi Foto Zelensky dan Istrinya Berpose dengan Tumpukan Uang

[VIDEO] Manipulasi Foto Zelensky dan Istrinya Berpose dengan Tumpukan Uang

Hoaks atau Fakta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com