
JAKARTA, SELASA - Kiper Bayern Muenchen, Oliver Kahn, menjadi perhatian utama ketika klub itu mengadakan coaching clinic di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Selasa (20/5). Karena itu, dia menjadi buruan banyak fans. Ke mana pun pergi, dia selalu didekati fans.
Setelah acara seremoni, Kahn dkk kemudian turun lapanngan untuk memberi coaching clinic kepada para pemain muda di Indnesia. Tentu saja, dia bertugas melatih para calon kiper.
Kahn cukup sabar memberi latihan kepada lima kiper cilik. Dia memberi tips bagaimana cara memegang dan menangkap bola. Jika anak didiknya melakukan kekeliruan, dia tersenyum. Namun jika melakukan tugas dengan baik dan benar, dia langung memujinya.
"Okay, good save. Try again," demikian katanya dalam bahasa Inggris yang aksennya agak aneh.
Setelah beberapa saat, dia minta anak didiknya pindah ke sisi lain. Sebab, kelompok anak didik lainnya akan menerapkan permainan sepakbola yang dipandu Ze Roberto.
Nah, di tempat baru itu, posisinya sempat terlalu ke pinggir. Keruan saja, beberapa fans langsung mengerubutinya, termasuk beberapa wartawan. Ada yang memintanya tanda tangan, ada pula yang sekadar memegang-megang tubuhnya.
Rupanya, tindakan para fans itu membuat Kahn tak senang. Kiper bertemperamen keras itu pun langsung menunjukkan wajah muram. Bahkan, dia agak marah, kemudian menyingkirkan beberapa fans dan berjalan ke tengah lapangan. Maklum, dia tidak mau diganggu saat bekerja.
Selain itu, Kahn memang tampak kelelahan. Matanya sering berkedip-kedip, seolah silau oleh sinar matahari yang tak terlalu terang.
Bisa dipahami kelelahan itu. Minggu (18/5), Bayern Muenchen melakukan pesta kemenangan di Bundesliga 1. Sudah pasti, pesta itu menghabiskan tenaga. Senin (19/5), dia dan seluruh tim langsung terbang ke Indonesia selama 14 jam. Selasa (20/5) sore, mereka sudah harus berada di Stadion Soemantri Brodjonegoro untuk memberi coaching clinic. (HPR)
Dibaca : 11323 | Dikomentar : 17
HPR