
MILAN, MINGGU - Houssine Kharja menjadi pemukul Inter Milan. Berkat golnya pada menit ke-69, Inter ditahan Siena 2-2. Nilai Inter pun kini tinggal unggul 1 poin atas AS Roma dan semakin terancam gagal juara Liga Serie-A.
Ternyata, sejak awal Kharja sangat bernafsu untuk membobol gawang Inter. Sebagai mantan pemain AS Roma, dia ingin membantu klub itu. Dia berharap Inter gagal menang atau bahkan kalah, sehingga Roma punya kesempatan lebih besar untuk juara.
Sebelumnya, Roma memang tertinggal tiga poin atas Inter. Pada pekan ke-37, Roma menang 2-1 atas Atalanta. Sementara Inter ditahan Siena 2-2 dan penentu hasil imbang itu adalah Kharja.
Inter unggul lebih dulu lewat Patrick Vieira. Kemudian Maccarone menyamakannya. Tapi, Balotelli kembali membawa Inter unggul 2-1. Kharja kemudian beraksi dan memaksa Inter bermain imbang.
"Itu gol buat AS Roma di mana aku pernah membela klub itu, juga buat diriku sendiri, tentunya," katanya.
"Sejak awal aku memang sangat ingin membobol gawang Inter. Tujuannya untuk membantu Roma, tapi juga untuk mengangkat namaku sendiri," tambah Kharja.
Pemain keturunan Maroko kelahiran Perancis ini memang sangat haus pengakuan. Sampai umurnya 26 tahun kini, dia merasa belum mendapat pengakuan luas. Padahal, dia selalu berusaha untuk menjadi pemain sebaik mungkin.
Dia mengawali karier profesionalnya di Sproting Lisbon (Portugal) pada musim 2000-01. Merasa kurang berkembang, dia pindah ke Italia dan bergabung dengan klub Serie-B, Ternana. Pemain sayap kanan ini baru mulai terangkat setelah pada musim 205-06 dia dipinjam AS Roma.
Dia merasa bahagia membela Roma. Turun 12 pertandingan, dia mencetak satu gol. Sayangnya, Roma tak ingin membelinya secara permanen. Pada 2007, dia malah dipinjamkan lagi ke klub Serie-B, Piacenza.
Kharja tak putus asa. Dia mencoba terus mengembangkan permainannya. Januari 2008, dia dipinjam Siena dan tampil di Serie-A. Itu membuatnya kembali bergairah. Sebab itu, dia ingin terus berkembang dan tetap bermain di Serie-A di musim depan. Golnya ke gawang Inter dia harapkan akan membuat banyak orang mulai mengapresiasi permainannya. (AP)
Dibaca : 3844 | Dikomentar : 0
HPR